Edisi 20-09-2017
Berkonsep Smart Industrial City


SEBAGAIdaerah dengan segudang potensi, Kabupaten Serang tak lepas dari dukungan beberapa kawasan sekitarnya. Termasuk, keberadaan kawasan industri yang cukup berperan besar bagi pertumbuhan kawasan barat Jakarta.

Kabupaten Serang kini menjadi kawasan yang memiliki segudang potensi, mulai dari pariwisata, pertanian, hingga industri. Khusus kawasan industri, Pemerintah Kabupaten Serang menetapkannya melalui sistem zonasi, yaitu Zona Industri Serang Barat dan Zona Industri Serang Timur. Zona Industri Serang Barat terletak di Kecamatan Bojonegara, Pulo Ampel, dan Kramatwatu yang terhampar di sepanjang Pantai Teluk Banten. Zona Barat ini dikhususkan untuk pengembangan industri mesin, logam dasar, kimia, maritim dan pelabuhan.

Sementara, Zona Industri Serang Timur terletak di Kecamatan Cikande, Kibin, Kragilan, dan Jawilan. ModernCikande adalah salah satu kawasan industri besar yang berada di kawasan ini. Bisa dibilang, dua zona industri inilah yang merupakan jantung pengembangan ekonomi di Kabupaten Serang dan juga Provinsi Banten. Bahkan, keberadaannya telah menjadi percontohan bagi pemba - ngun an kawasan industri di Indonesia, khususnya di luar Pulau Jawa. Mengingat pengembangan kawasan industri di wilayah ujung barat Pulau Jawa tersebut secara fungsi telah terintegrasi dengan ketersediaan infrastruktur yang memadai.

Salah satu kawasan industri yang saat ini berkembang pesat yakni Modern Ci kande Industrial Estate. Kawasan tersebut kini diisi lebih dari 200 perusahaan baik lokal maupun multinasional. Perusahaan yang mendominasi adalah perusahaan food & beverage, perusahaan chemical, diikuti oleh perusahaan yang bergerak di bidang steel, metal product, dan smelter, serta peru - sahaan di bidang home & building materials. Bahkan, ModernCikande akan menggandeng asosiasi dari Taiwan untuk mengembangkan smart city seluas 100 hektare di kawasan tersebut. Smart city yang berada di dalam kawasan industri itu berupa pusat data, pabrik elektronik, dan pusat inkubasi untuk perusahaan rintisan atau start up .

Dengan konsep smart city ini nantinya terdapat bangunan-bangunan yang berfungsi sebagai tempat produksi, gudang, dan kantor. ‘’Kami akan bekerjasama dengan beberapa pihak dalam rangka realisasi konsep smart industrial city,’’ ujar Operational General Manager PT Modern Industrial Estat, I Wayan Satia, kemarin. Pengembangan ModernCikande sejalan dengan upaya pemerintah yang terus menggeber pembangunan kawasan industri. Sebelumnya, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menjelaskan, pembangunan kawasan industri merupakan salah satu upaya pemerintah mengurangi ketimpangan ekonomi dalam negeri untuk mewujudkan Indonesia Centris. “Pemerintah telah menetapkan sebanyak 23 kawasan industri masuk daftar proyek strategis nasional sehingga pengembangannya diprioritaskan,” ujarnya.

Hingga saat ini, total kawasan industri yang terus didorong pembangunannya sebanyak 27 kawasan industri, di mana delapan kawasan industri sudah mulai beroperasi, sembilan kawasan industri masih tahap konstruksi, dan sisanya 10 kawasan industri sedang dalam pe nye le - sai an perencanaan.Airlangga juga me ma - par kan, daya saing kawasan industri diten - tu kan oleh tersedianya infrastruktur ter - integrasi dan harga lahan yang kompetitif. Melalui peningkatan potensi kawasan, diharapkan mampu mendorong pertumbuhan sektor industri sebagai penggerak utama pembangunan ekonomi nasional.

ModernCikande dikembangkan PT Modern Industrial Estat, yang merupakan anak usaha dari PT Modernland Realty Tbk. Selain menjual kaveling lahan industri siap bangun, ModernCikande Industrial Estate juga dilengkapi dengan infrastruktur berkualitas dan fasilitasfasilitas pendukung serta pengaturan kawasan. ‘’Kami juga membangun hotel baru untuk membidik tamu dari dalam kawasan industri ModernCikande,’’kata Sales Manager PT Modern Industrial Estat, Michael Adinata. ModernCikande memiliki akses yang sangat dekat menuju tiga pelabuhan besar, seperti Ciwandan, Cigading, dan Merak Mas.

“Saat ini pemerintah telah menyelesaikan pembangunan pintu tol Cikande, yang rencananya tahun ini akan mulai beroperasi dan saat itu kawasan industri ModernCikande dapat diakses hanya 900 meter dari pintu tol tersebut,” tegas Direktur Utama PT Modern Industrial Estat Pascall Wilson. Paskal menuturkan, dari total lahan 3.175 hektare, luas lahan yang telah dikembangkan mencapai 40% dengan sisa landbank sekitar 1.500-an hektare. Beberapa perusahaan multinasional yang telah beroperasi, di antaranya PT Berri Indosari, PT Boo Young Indonesia, PT Fa ja - rina Unggul Industry, PT Jongka In donesia, PT Chempro Indonesia, PT Marindo Lab Pratama, PT Sierad Industries, PT Cargill Indonesia, PT San Fang Indonesia, PT Citra Baru Steel, PT Pigeon Indonesia, PT Charoen Pokphand Indonesia, PT Tomoe Engineering, dan beberapa perusahaan multinasional lainnya.

“Sebagai penghuni kawasan industri ModernCikande, kami diperlakukan dengan sangat baik selama enam tahun bergabung di kawasan ini. Keamanan menjadi prioritas utama kami selama beberapa tahun belakangan dan ModernCikande telah membuktikan janjinya. Kegiatan operasional kami berjalan baik tanpa ada gangguan,” ujar Ch Wilmin dari PT Utama Prima Gemilang.

ModernCikande, kata Pascall Wilson, terus mengembangkan sejumlah fasilitas, antara lain pembangunan water treatment plant (WTP) atau IPAL dengan kapasitas awal 100 liter per detik yang akan segera beroperasi, pembangunan hotel Swiss- Belinn ModernCikande yang akan mulai beroperasi pada akhir tahun ini, perbaikan infrastruktur jalan utama sekitar 5 km dan jalan sekunder 5 km, pengerjaan cut and fill lahan seluas 500 hektare serta pembebasan lahan tambahan seluas 200-300 hektare.

“Kami optimistis penjualan lahan di kawasan ModernCikande akan terus meningkat, mengingat luas lahan yang kami miliki masih sangat besar, yaitu 3.175 hektare dan masih ada sekitar 60% yang bisa dikembangkan sehingga menjadikan ModernCikande sebagai salah satu kawasan industri terbesar di barat Jakarta,” ujar Pascall.

Anton c