Edisi 20-09-2017
Merancang Desain Carport


KEBERADAANcarport tidak sekadar menunjang penampilan wajah depan rumah. Namun, juga harus mampu melindungi kendaraan dengan aman. Jadi, rencanakan pembangunannya dengan matang.

Fungsi utamanya melindungi kendaraan di serambi depan. Selain mampu menentukan wajah depan rumah, tampilan fasad hunian yang cantik dengan adanya carport yang bagus akan semakin menambah indah tampilan depan rumah. Nah, biar tujuan idealnya tercapai, kita perlu merancang pembangunannya dengan matang. Joffi Febriando, arsitek dari Parametr Architecture, memberikan petunjuk tentang bagaimana merancang carport untuk hunian mungil. Langkah pertama, kita perlu memperhatikan sejumlah faktor terkait bagian depan rumah.

“Yang perlu diperhatikan adalah dimensi dari lebar wajah rumah itu sendiri, pembagian zona carport harus ideal dan proporsional karena berkaitan dengan estetika muka rumah dan masingmasing menyediakan area hijau. Lalu desain carport juga menyelaraskan konsep atau tema desain dari rumahnya,” sebut Joffi. Kita tidak boleh mengabaikan soal material dan kemiringan lantai. Sebab, bila kita memilih material yang kurang tepat, tentu akan mengurangi kekuatan fondasi dan atap carport . Faktor kemiringan lantai dan atap juga harus serasi dan tepat. Dengan demikian, nantinya tidak terjadi genangan air di bagian lantai maupun atap.

“Aliran air di lantai carport juga harus diperhatikan. Agar aliran air tidak terbuang ke jalan, solusinya pemilik rumah membuat tali air atau parit kecil yang mengarahkan ke saluran pembuangan. Lebih baik lagi bila di atap carport ada talang air,” katanya. Hal yang menjadi perhatian berikutnya, jarak manuver mobil. Perhitungan soal jarak manuver. Maklum, kalau lebar carport terlampau kecil, kita bakal kesulitan saat memarkir mobil. Jadi, hitunglah dengan cermat, lalu sesuaikan lahan yang ada. Ukuran luas ideal carport adalah 3 x 5 meter. Faktor penentu lainnya dan mungkin jadi kunci utama, yaitu anggaran pembangunan.

Buat membangun emper memang bisa menguras kocek. biar tidak terlalu menyedot anggaran, Joffi menyarankan agar kita menghitung biaya yang disesuaikan dengan desain carport . Bila sejumlah faktor tadi sudah masuk perhitungan, Joffi kembali mengingatkan soal material carport untuk komponen atap dan lantai. Pemilihan material atap yang ideal adalah material transparan dengan penambahan kisi-kisi sehingga cahaya matahari bisa masuk ke area dalam carport dan memaksimalkan pencahayaan pada siang hari. Untuk material lantai, pilihlah material lantai yang tak gampang licin dan memiliki permukaan kasar, seperti keramik tipe structured surface dan batu alam. Selain pemilihan material, penentuan warna juga berpengaruh pada efek cahaya yang ditimbulkan di area emper.

Ada banyak ragam warna yang bisa kita pilih untuk memunculkan efek pencahayaan dari atap, misalkan warna hijau dan biru yang memiliki efek menyejukkan di bagian depan rumah dan warna merah, kuning, atau jingga guna menampilkan warna bervariasi di dalam carport. Bila Anda menginginkan emper berwarna gelap, kita dapat mengaplikasikan warna hitam dan abuabu. Nah, sudah siap untuk merancang emper yang sederhana namun memiliki desain nan trendi? Selamat mencoba.

Aprilia s andyna