Edisi 20-09-2017
Mughnii Land Kembangkan Vila Berkonsep Vilatel


BALIdikenal sebagai destinasi wisata Indonesia yang paling tersohor di dunia. DestinAsian Readers Choice Award (RCA) yang bermarkas di Singapura pada 2017 kembali mendaulat Bali sebagai destinasi wisata paling favorit. Ini penghargaan terbaik selama 12 tahun berturut-turut.

Dengan pesonanya, meski jumlah hotel di Bali sudah cukup padat, tercatat lebih dari 15.000 hotel, tidak menurunkan minat pengembang membangun properti di sana, terutama sektor resor maupun vila hotel (vilatel). Pesona Pulau Dewata menggerakkan PT Mahakarya Evelyn-Almeera Mughnii Development (Mughnii Land) membangun vila mewah berkonsep vilatel di dekat Pantai Beraban, Tanah Lot, Tabanan, yang merupakan lokasi sunrise properti di Bali saat ini. Berdiri di lahan 16 hektare (ha), Mughnii Land membangun 555 Island Bali, sebuah vilatel berkonsep resor yang terdiri dari 827 unit.

Sebanyak 807 unit dijual kepada konsumen, kecuali 20 unit tertentu sebagai milik pengembang. Secara lokasi, kawasan Vilatel 555 Islands berada di gugusan Desa Wisata Beraban yang mempunyai potensi besar dalam bidang wisata. Dengan jarak tempuh sekitar 1,5 jam dari Bandara Ngurah Rai, lokasi Desa Beraban ini sangat strategis sehingga membuat desa wisata di Kota Tabanan ini cukup dikenal dalam dunia pariwisata. Pemilik PT Mahakarya Evelyn-Almeera Mughnii Development Djoko Purwoko mengatakan, 555 Islands dikembangkan dengan konsep vilatel mewah di tepi pantai yang dilengkapi private pool .

“Di sini kami menawarkan dua tipe unit, yakni tipe 32 dan tipe 56, dengan private pool berstatus hak milik dan kami kemas dengan berbagai fasilitas menarik untuk wisatawan,” ujarnya. Dengan konsep vilatel, 555 Islands terbuka untuk investor yang menginginkan investasi menarik dan istimewa di Bali. Melalui pengelolaan vilatel oleh developer sendiri, Djoko meyakini 555 Islands bisa menjadi pilihan menarik berkat keistimewaan yang dimilikinya. Selain Bali, salah satu kota bidikan Djoko lainnya adalah Bandung yang dinilai memiliki banyak investor potensial. “Bandung saya rasa bisa dijadikan pasar menarik bagi vilatel kami karena selain nilai investasi yang ditawarkan terjangkau, juga peluang keuntungannya menjanjikan,” ucap Djoko.

Menariknya, dia memberikan pembagian pendapatan sewa 70% untuk investor dan 30% untuk pengembang. Untuk tahap pertama, dipasarkan 100 unit vilatel dengan respons cukup baik. Djoko menyebutkan, dalam dua pekan, vila yang akan dibangun pada Desember tahun ini telah terpesan 59 unit. Keistimewaan berikutnya, vilatel ini menggunakan sertifikat hak milik bagi investor.

Aprilia s andyna