Edisi 20-09-2017
Perawatan Khusus untuk Rambut Tertutup


PENGGUNAANhijab, helm, dan topi setiap harinya dapat menyebab kan beberapa persoalan rambut, di antaranya rambut rontok, ketombe, hingga bau. Perawatan Cool Therapy+++ dapat menjadi solusi untuk mengatasi hal tersebut dan memberikan sensasi dingin selama proses perawatan.

Menurut Group Product Manager Matrix Feranti Susilowati, pihaknya sempat menjalani survey field visit dan mendapat hasil bahwa perempuan yang menggunakan hijab atau kerudung serta orang-orang yang sering menutup kepalanya, misalnya meng gu na - kan helm atau topi, memiliki masalah ram - but seperti berminyak, ketombe, diikuti kerontokan rambut. “Padahal, perempuan aktif dan modern di zaman sekarang kerap memiliki beragam aktivitas yang harus didukung dengan fisik, terutama rambut yang sehat dan segar agar tidak mengganggu aktivitas harian mereka,” ujar Feranti saat ditemui di Kawasan Tebet Jakarta, pada Kamis (14/9).

Sementara itu, menurut dr Armansjah Dara Sjahruddin SpKK MKes, seorang ahli dermatologi, orang yang kepalanya sering tertutup entah itu karena penggunaan hijab, helm, ataupun topi rentan mengalami infeksi jamur. Menurutnya, kulit kepala memproduksi minyak alami atau sebum hasil dari kelenjar minyak. “Jika Anda menggunakan hijab, maka kulit kepala dan menjadi tertutup dan sangat lembap, di situlah biasa terjadi infeksi jamur sebagai penyebab terjadinya ketombe serta kerontokan rambut,” ujar dokter yang biasa dipanggil Dokter Dara tersebut. Dokter Dara menambahkan, apabila infeksi jamur sudah terlalu parah, penggunaan sampo antiketombe yang biasa kurang bisa mengatasi permasalahan.

Karena itulah, untuk sesekali, dia menyarankan agar perempuan pergi ke salon guna mendapatkan perawatan yang lebih intensif. “Banyak manfaat lebih yang bisa didapatkan dengan melakukan perawatan di salon, salah satunya berkonsultasi dengan para ahli untuk mendapatkan perawatan yang benar-benar tepat,” ujar Dokter Dara. Menurut Feranti, kondisi inilah yang mendorong pihaknya untuk memberikan solusi perawatan profesional pertama yang menjawab permasalahan orangorang yang kepalanya sering tertutup, khususnya perempuan berhijab dengan menghadirkan perawatan Cool Therapy+++ di salon.

Menurutnya, perawatan ini menawarkan perawatan intensif kepala perempuan Indonesia, yakni bersih dari ketombe, rambut rontok berkurang, dan sensasi segar 72 jam. KORAN SINDO pun berkesempatan untuk mencoba perawatan Cool Therapy+++ di Salon díReal Salon di Kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Sebelum memulai perawatan, terapis akan memberikan layanan konsultasi kepada pelanggan salon. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap perawatan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan masing-masing pelanggan.

“Terapis akan melakukan pengecekan kulit kepala dengan menggunakan kamera khusus agar pelanggan mengetahui kondisi kulit kepala yang sebenarnya,” ujar Feranti. Selanjutnya, yakni memulai perawatan Cool Therapy+++. Untuk tahap awal, terapis melakukan eksfoliasi. Menurut Feranti, langkah ini berfungsi membersihkan seluruh kotoran, sel kulit mati, ketombe, dan menyingkirkan bau tak sedap di rambut. “Terapis menggunakan scrub khusus rambut, kemudian menggosok-gosokkan scrub tersebut ke kepala,” ujar Feranti. Tahap selanjutnya, yakni pencucian rambut agar kotoran dan sel-sel kulit mati dapat terangkat sempurna dan kulit kepala pun benar-benar bersih. Menurut Feranti, proses pencucian rambut bisa dilakukan hingga dua kali, namun hal ini tergantung pada kondisi kulit kepala masing-masing pelanggan.

Setelah itu dilanjutkan dengan pengaplikasian masker untuk batang rambut dan kulit kepala. “Fungsi masker rambut ini tentu saja untuk memberi kelembapan di batang rambut, sembari menyeimbangkan kadar minyak di kulit kepala. Masker didiamkan selama 10 menit, setelah itu dicuci dengan menggunakan sampo,” ujar Feranti. Langkah selanjutnya yaitu pemberian serum di kulit kepala. Menurut Feranti, produk ini mampu mengurangi kerontokan serta merangsang pertumbuhan rambut baru. “Lalu rambut dikeringkan dengan menggunakan hairdryer dan di-styling sesuai keinginan pelanggan,” tutur Feranti.

Dwi nur ratnaningsih