Edisi 12-10-2017
Kapal Perang AS Kembali Berlayar Dekat Pulau Buatan China


WASHINGTON – Kapal Angkatan Laut (AL) Amerika Serikat (AS) berlayar dekat kepulauan yang diklaim Beijing di Laut China Selatan pada Selasa (10/10) lalu.

Aksi tersebut dikecam Beijing. Pelayaran itu merupakan upaya terbaru AS melawan langkah Beijing yang dianggap membatasi kebebasan navigasi di perairan strategis. Meski demikian, ini bukan aksi yang lebih provokatif dibandingkan dengan sebelumnya.

Sumber militer AS menjelaskan, Kapal Destroyer Chafee melakukan operasi manuver normal menentang klaim maritim berlebihan dekat Kepulauan Paracel yang diklaim China.

Kementerian Pertahanan (Kemhan) China menyatakan, satu kapal perang, dua jet tempur, dan satu helikopter dikerahkan untuk memperingatkan kapal AS agar menjauh dari wilayah itu. Beijing menganggap AS melanggar kedaulatan dan keamanan China dengan aksi provokasi tersebut.

Kemhan China menegaskan akan memperkuat pertahanan udara dan angkatan lautnya. “Kami meminta pihak AS mengambil langkah-langkah untuk membenahi kesalahan- kesalahannya,” kata pernyataan Kemhan China dikutip kantor berita Reuters.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China Hua Chunying menjelaskan Beijing telah menegaskan sikapnya terhadap AS. China juga menekankan lagi bahwa Paracel merupakan wilayah Beijing.

“China akan terus mengambil langkah tegas melindungi wilayah kedaulatan dan kepentingan maritim China. China mendesak AS menghormati kedaulatan wilayah dan kepentingan keamanan China, menghormati upaya negaranegara regional untuk melindungi perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan, serta menghentikan aksi-aksi salah,” kata Hua Chunying.

Bulan depan, Presiden AS Donald Trump melakukan kunjungan pertama ke Asia sebagai presiden, termasuk singgah di China. Sejak menjabat, Trump menekan China untuk bertindak lebih tegas terhadap Korea Utara (Korut).

China merupakan negara tetangga Korut dan mitra dagang terbesar negara komunis tersebut. Tidak seperti pada Agustus lalu, saat satu kapal destroyer AS berlayar dalam jarak 12 mil laut dari pulau buatan Beijing di Laut China Selatan.

Sumber militer AS menjelaskan, kapal destroyer yang berlayar pada Selasa (10/10) berlayar dekat wilayah itu, tapi tidak dalam jarak 12 mil laut dari pulau-pulau buatan tersebut. Radius 12 mil laut secara internasional diakui sebagai batas wilayah.

Berlayar dalam jarak itu berarti menegaskan AS tidak mengakui klaim wilayah oleh China tersebut. Pentagon tidak berkomentar langsung mengenai operasi tersebut, tapi menyatakan AS melakukan operasi rutin kebebasan navigasi dan akan terus menjalankannya.

Beijing mengklaim wilayah Laut China Selatan yang menjadi jalur pelayaran perdagangan bernilai USD5 triliun per tahun. Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan Vietnam juga memiliki klaim atas wilayah itu.

Militer AS memiliki sikap bahwa operasinya dilakukan di penjuru dunia, termasuk wilayah yang diklaim aliansinya. Operasi itu pun oleh AS dibedakan dari berbagai pertimbangan politik.

syarifudin

Berita Lainnya...