Edisi 12-10-2017
Kedewasaan Berpolitik Perlu Ditingkatkan


JAKARTA – Kedewasaan berpolitik elite politik ataupun masyarakat masih perlu ditingkatkan. Masih muncul ketidak siapan pasangan calon ataupun pendukung dalam kontestasi pemilihan kepala daerah (pilkada) untuk menerima kekalahan.

Sikap tidak siap kalah ini salah satunya ditunjukkan pendukung pasangan calon bupati Tolikara Papua, John Tabo- Barnabas Weya, di Pilkada 2017. Kelompok yang mengatas namakan diri Barisan Merah Putih Tolikara ini melakukan penyerangan ke Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sekitar pukul 15.00 WIB.

Kelompok ini tidak puas karena keinginannya bertemu Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo secara langsung tidak terpenuhi. ”Jadi kejadian sore hari ini terkait dengan pilkada di Tolikara. Ringkasnya adalah si A lawan si B bersengketa di Mahkamah Konstitusi (MK).

Si B kalah di MK, tapi pendukungnya minta untuk ditetapkan jadi kepala daerah,” kata Dirjen Otda Kemendagri Sumarsono. Kengototan Barisan Merah Putih Tolikara ini memancing staf Kemendagri sehingga sempat terjadi aksi saling lempar batu. Akibatnya fasilitas di Kantor Kemendagri rusak, diantaranya kaca mas jid pecah, empat mobil rusak, satu bus pecah kaca jendelanya.

Sembilan pot bunga pecah dan satu kamera milik MNC TV juga rusak. Sementara itu sebanyak 10 korban luka-luka dilarikan ke RSPAD Jakarta Pusat. ”Mereka ini sudah sering datang ke Kemendagri dan diterima oleh direktur dan lainnya. Selama dua bulan mereka di sini,” ujar Sumarsono.

Dia menegaskan bahwa Kemendagri akan melaksanakan putusan MK untuk melantik pemenang Pilkada Tolikara, yaitu Usman G. Wanimbo dan Dinus Wanimbo. Menurut dia, pihaknya juga sudah menjelaskan bahwa apa yang menjadi putusan MK adalah final dan mengikat.

”Kami sesuai dengan putusan MK. Yang jelas hari ini Bupati Tolikara belum dilantik, nanti pelantikannya di serahkan kepada Gubernur Papua,” ungkapnya. Pria yang akrab dengan sapaan Soni itu mengatakan bahwa apa yang terjadi di Kemndagri adalah contoh konkret ketidak siapan dalam pilkada.

Dalam hal ini tidak siap menang dan kalah. ”Nah, entah ini pendukungnya murni atau digerakkan tidak tahu,” ungkapnya. Dia mengakui bahwa adanya pilkada langsung ini memang menjadikan demokrasi cukup besar. Ini memang cukup berpotensi terjadi huru hara dimasyarakat.

”Kalau siap menang dan kalah itu bisa menjadi kunci ke suksesan pilkada,” paparnya. Di Papua memang baru diperkenankan demokrasi langsung. Maka memang terjadi lompatan yang cukup jauh bila di bandingkan dengan kondisi kultur Papua. ”Mereka yang tidak siap jadi akan rebut.

Ini memang terjadi di masyarakat yang tingkat pemerintahnya belum siap,” ujarnya. Pasca-penyerangan di Kemendagri, Mendagri Tjahjo Kumolo meminta jajarannya tidak terpancing dengan insiden penyerangan. Politikus PDIP ini juga meminta pengamanan semakin diperketat.

Hal ini untuk antisipasi. ”Saya minta jajaran Kemendagri jangan terpancing kekerasan,” katanya melalui pesan singkatnya. Tjahjo mengaku sudah pernah menemui pihak yang tidak puas dengan hasil pilkada. Termasuk juga pihak yang menang.

Da lam kesempatan tersebut Tjahjo juga meminta agar kedua belah pihak menerima putusan MK. ”Pihak yang kalah minta membatalkan putusan MK karena alasan. Sementara yang menang saya minta untuk sabar pelantikannya. Tapi tetap saya harus ikuti putusan MK,” tuturnya.

Direktur Eksekutif Komite Pemantau Pelaksanan Otonomi Daerah (KPPOD) Robert Endi Jaweng mengatakan adanya kekerasan di Kemendagri menunjuk kan ironi dalam berdemokrasi. Menurutnya pilkada merupakan salah satu resolusi konflik dalam kontestasi kepemimpinan.

Adanya kekerasan ini menunjukkan bahwa demokrasi di tataran lokal masih mentah. ”Kita masuk ke pemilu justru mengurangi kekerasan politik. Tapi saat masuk gelanggang pil kada malah menjadi ironi. Demokrasi mengharamkan kekerasan,” ujarnya.

15 Orang Ditahan

Polda Metro Jaya menangkap 15 orang terkait dengan ke ributan di Kantor Kemendagri. Di rektur Reserse Kriminal Umum Polda metro Jaya Kombes Pol Nico Afinta mengatakan, seluruh pelaku yang ditangkap dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang perusakan dan pengeroyokan.

”Semua pelaku masih di periksa, semuanya ada di Polda Metro,” katanya. Sampai saat ini pihaknya menemukan adanya kantor yang rusak, kaca pecah, dan ada beberapa orang yang terluka. ”Sementara kamu juga lakukan pengejaran terhadap pelaku lainnya, sedangkan yang sudah ditangkap akan ditahan di Polda Metro,” tegasnya.

dita angga/ helmi syarif


Berita Lainnya...