Edisi 12-10-2017
Konvoi Seni dan Marawis Iringi Pendaftaran PDIP


JAKARTA – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) se-Indonesia secara serentak resmi mendaftar sebagai peserta Pemilu 2019 ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) kemarin.

Pendaftaran ini langsung dipimpin Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto yang didampingi jajaran pengurus pusat. Saat menuju KPU, PDIP diiringi konvoi kesenian dan lantunan salawat dengan irama marawis. Iring-iringan dimulai dari Taman Surapati berbaris dua dengan berjalan kaki menuju Kantor KPU.

Hasto mengungkapkan, konvoi seni dan budaya ini menjadi cermin dan watak budaya PDI Perjuangan dalam berpolitik. “Dalam rangkaian pendaftaran ini, kami tampilkan seluruh ekspresi kebudayaan agar politik bertitik tolak dari keindahan Nusantara, dari kekayaan budaya yang kita miliki, bukan meng-copy dari budaya-budaya Barat,” ungkap Hasto di Jakarta kemarin.

Adapun seni yang turut dalam konvoi itu di antaranya paskibra (15 orang), marching band (50 orang), parade budaya (80 orang), sepeda ontel (20 orang), marawis (15 orang), rampak bedug (25 orang), sisingaan (80 orang), pencak silat-jaipongan (30 orang), dan tanjidor (10 orang).

Hasto mengatakan, PDI Perjuangan memang melakukan pendaftaran ini secara serentak di seluruh wilayah Indonesia. Jadi, secara bersama-sama DPD dan DPC melakukan pendaftaran pada jam yang sama, yakni pukul 14.00 WIB.

“Ini sebagai komitmen PDI Perjuangan yang dipercayai rakyat dengan memenangkan Pemilu 2014 sehingga PDI Perjuangan menyajikan keteladanan bahwa kami pun mengikuti tahapan- tahapan tersebut sebaikbaiknya.

Karena itulah, hari ini (kemarin) didaftarkan secara serentak di seluruh Indonesia,” ujarnya. Hasto juga menyampaikan, PDI Perjuangan memberikan komitmen untuk perbaikan pemilu ke depan. Karenanya, pihaknya juga memberikan masukan terhadap sipol yang dikembangkan oleh KPU.

“Dan ini bukti apresiasi hal tersebut dan pendaftaran ini kami lakukan penuh kegembiraan politik, mencerminkan wajah kebudayaan Indonesia yang ekspresinya itu sangat luar biasa,” paparnya.

Hasto mengungkapkan, dalam mempersiapkan partai menghadapi Pemilu 2019, pihaknya melakukan langkah konsolidasi, baik dengan pemerintahan, struktural partai, maupun rakyat. Hal itu dianggap penting bagi PDI Perjuangan untuk memastikan seluruh infrastruktur partai bergerak ke bawah.

“Karena hukum demokrasi, rakyat hanya akan memberikan apresiasi bagi seluruh elite partai yang bergerak turun ke bawah sehingga kita tradisikan blusukan sebagai kepemimpinan yang merakyat, juga instrumen yang sangat penting bagi partai untuk berada di tengah rakyat,” ungkapnya. Ketua KPU Arief Budiman menerima langsung jajaran DPP PDIP yang menyampaikan berkas-berkas pendaftaran.

rahmat sahid



Berita Lainnya...