Edisi 12-10-2017
Laos Tertarik Beli Senjata Sniper dan Pistol Produksi Pindad


BANDUNG – Laos tertarik membeli senjata sniper jenis SPR2 dan pistol G2 Elite beserta amunisinya buatan PT Pindad (Persero).

Wakil Presiden Ekspor PT Pindad Ridi Djajakusuma mengatakan, ketertarikan Laos untuk membeli dua jenis senjata itu terungkap saat PT Pindad bertemu dengan Kementerian Pertahanan Laos pada 21 September lalu.

Ketertarikan Laos kembali ditunjukkan saat Trade Expo Indonesia (TEI) K e-32 di Jakarta yang dibuka kemarin. Perdana Menteri Laos Thongloun Sisoulith yang didampingi Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengunjungi stan Pindad.

Thongloun menyempatkan diri memegang senjata sniper SPR2 buatan Pindad. Menurut Ridi, sejak 2014 lalu Kementerian Pertahanan Laos sudah membeli produkproduk senjata PT Pindad, yakni 60 pistol G2 Combat, 35 buah SS1 V2, 35 pucuk senjata SS1 V4 beserta amunisi.

Sejak menggunakan produk Pindad, Laos pernah menjadi juara III pada kompetisi menembak di Thailand. Sementara itu keikutsertaan PT Pindad pada ajang TEI 2017 merupakan upaya BUMN itu untuk menggaet pasar-pasar baru dalam rangka peningkatan produksi dan penjualan.

Menurut Direktur Keuangan PT Pindad (Persero) Achmad Sudarto, pihaknya tak hanya membidik pangsa lokal, tapi juga pasar global untuk semua jenis produk senjata dan alat berat. TEI tahun ini sangat berarti bagi Pindad dalam rangka membuat pasar baru baik lokal dan skala global,” ujarnya.

Diakui Achmad, produk alat berat memiliki pasar yang lebih terbuka ketimbang produk industri pertahanan. ‘’Tapi tidak menutup kemungkinan kita juga bisa jual produk defense industry,’’ katanya.

Pada pameran kali ini Pindad menampilkan berbagai produk industrial andalan, salah satunya Excava 200 yang merupakan ekskavator pertama buatan anak bangsa.

Excava 200 dengan kemampuan angkut beban hingga 20 ton ini merupakan produk alat berat pertama produksi PT Pindad yang merupakan hasil transformasi kompetensi produk pertahanan keamanan.

‘’Ini merupakan kesempatan yang baik untuk semakin melebarkan sayap bisnis, baik untuk produk industrial maupun produk unggulan lain,’’ ujar Direktur Utama Pindad Abraham Mose.

Pengunjung TEI 2017 juga dapat merasakan pengalaman langsung memegang produk senjata Pindad, antara lain senapan serbu SS2-V1 HB kaliber 5,56 mm, SS2-V7 Subsonic, SS3 kaliber 7,62 mm, pistol G2 Premium, G2-Elite kaliber 9 mm, dan SPR 2 kaliber 12,7 mm.

Pengunjung pun nantinya dapat melihat kendaraan militer antiranjau buatan Pindad Sanca yang dilengkapi dengan senjata yang beroperasi secara digital (remote) dengan kaliber 7,62 mm.

arif budianto

Berita Lainnya...