Edisi 12-10-2017
Masa Depan Bangsa Ada di Tangan Pemuda


JAKARTA– Peran pemuda sangat diharapkan dan penting dalam membangun bangsa. Itulah yang ditegaskan Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo (HT) saat menerima audiensi organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan di MNC Tower, Jakarta, kemarin.

Mereka terdiri atas Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Muda Mathlaul Anwar (Gema MA), Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI), dan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI).

“Masa depan bangsa kita di tangan mereka,” ujar HT seraya menambahkan, pemuda memiliki fisik yang baik, produktif, dan mempunyai intelektual yang baik. Audiensi yang berlangsung hangat dan penuh keakraban itu membahas isu-isu kebangsaan dan pembangunan ekonomi Indonesia.

Selain itu, HT juga memberikan apresiasi atas inisiatif mereka mengadakan Jambore Kebangsaan dan Wirausaha yang digagas 16 organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan. Kegiatan yang akan berlangsung di Bumi Perkemahan Mandalawangi Cibodas, Jawa Barat, 24-29 Oktober mendatang ini diikuti sekitar 5.000 pemuda dari seluruh Indonesia.

“Jambore Kebangsaan dan Wirausaha menunjukkan persatuan dan kesatuan. Kekompakan ini harus diapresiasi, MNC Group akan ikut berpartisipasi,” ungkap pria yang telah mengajar di lebih dari 170 kampus tersebut.

Dia mengatakan, di tengah pesatnya pertumbuhan penduduk Indonesia yang mayoritas berusia muda, perlu diimbangi dengan penyediaan lapangan kerja yang memadai. “Indonesia perlu menekankan kebangsaan dan kewirausahaan untuk menciptakan lapangan kerja.

Generasi muda butuh lapangan kerja,” tutur dia. AgusHarta, ketua panitia pelaksana Jambore Kebangsaan dan Wirausaha, mengatakan, ada beragam kegiatan untuk meningkatkan semangat kebangsaan dan jiwa kewirausahaan dalam jambore tersebut.

“Untuk Jambore Kebangsaan ada patriot camp. Untuk Jambore Wirausaha ada pelatihan- pelatihan, workshop yang dibagi menjadi sepuluh bidang usaha. Kita ingin kaum muda melek kewirausahaan,” terang dia.

Jambore yang digelar dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda itu, lanjut Agus, didedikasikan untuk menyatukan mahasiswa dan pemuda Indonesia yang datang dari berbagai latar belakang.

Menurut dia, persatuan tersebut harus didukung dengan kreativitas dan aksi nyata membangun kemandirian dan kemajuan ekonomi Indonesia. “Indonesia berangkat dari keberagaman, dan itu harus kita pertahankan, harus kita jaga terus. Meskipun kita berbeda, tetapi adalah satu, anak bangsa Indonesia,” pungkas dia.

hanna




Berita Lainnya...