Edisi 12-10-2017
5 Juta Sertifikat Harus Tuntas 2017


TANGERANG – Presiden Joko Widodo (Jokowi) membagikan 10.100 sertifikat tanah gratis kepada warga di Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), dan Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten di Lapangan Bola Kampuse, Muncul, Setu, Kota Tangsel.

Presiden Jokowi mengatakan ada 126 juta bidang tanah di seluruh Indonesia yang belum ber sertifikat. Itu pula yang men jadi sumber konflik agraria sam pai saat ini. ”Di Indonesia seharusnya sudah diserahkan sertifikat, karena ada 126 juta bidang tanah yang harus disertifikatkan.

Tahun 2016 lalu baru ada 46 juta bidang tanah yang diser tifikatkan,” ungkap Jokowi yang didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan sejumlah menteri Kabinet Kerja. Angka itu dinilainya masih sangat kecil dibandingkan jumlah bidang tanah yang ada saat ini.

Karena itu, Presiden meminta Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sof yan Djalil untuk menyer tifikatkan 5 juta bidang tanah tahun ini. ”Tahun lalu baru 46 juta yang di sertifikatkan, separuhnya saja belum.

Tahun ini saya perintahkan kepada menteri, BPN, untuk menyelesaikan 5 juta sertifikat di seluruh Tanah Air,” jelasnya. Tahun depan (2018) target bidang tanah yang dibuatkan ser tifikatnya adalah 7 juta ser tifi kat. Sementara pada 2019 ditargetkan 9 juta sertifikat bidang tanah bisa selesai.

”Tahun depan 7 juta sertifikat harus selesai. Tahun depannya lagi 9 juta harus selesai. Saya paksa, kenapa? Setiap saya kedaerah, kabupaten, selalu saja yang dikeluhkan sertifikat tanah,” jelasnya.

Merespons keluhan itu, Jokowi pun berjanji akan segera menyelesaikan pembuatan sertifikat tanah diseluruh Indonesia. Jika target tidak terpenuhi, kinerja menterinya akan dipertanyakan. ”Oleh karena itu, saya beri tar get. Kalau enggak selesai, men terinya saya bilang, ‘awas pak menteri’.

Berpuluh-puluh tahun sertifikat enggak ada, yang terjadi sengketa tanah di mana-mana,” tegas Jokowi. Dalam beberapa kasus, seng keta tanah banyak terjadi antara warga dengan sesama warga, tetangga, pemerintah, dan perusahaan. Bahkan, sengketa itu terjadi di mana-mana.

”Sengketa tanah terjadi di mana-mana. Antara ma syarakat dengan pemerintah, perusahaan, maupun warga dengan warga. Itu kenapa? Karena tidak megang sertifikat,” pungkasnya. Secara terpisah, Agustina, warga Serua, mengaku senang mendapat sertifikat tanah dari Jokowi.

Menurutnya, bidang tanah yang dimilikinya saat ini memang belum pernah di buatkan sertifikat. ”Saya sangat senang sebab ser tifikat tanah saya sekarang sudah ada. Saya akan pegang sertifikat ini dengan baik di rumah, akan saya kopi seperti im bauan Pak Jokowi,” pungkasnya.

Di sisi lain, Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil mengatakan warga yang mendapat sertifikat tanah itu ada 10.100, berasal dari wilayah Tangerang. ”Sebanyak 5.100 penerima dari Kota Tangerang Selatan, 3.000 dari Kabupaten Tangerang, dan 2.000 dari Kota Tangerang,” kata Sofyan kemarin.

Sofyan menambahkan, sebelum ada program bagi-bagi sertifikat tanah gratis, jika ingin men dapatkan sertifikat tanah ma ka warga Bekasi harus naik haji dan berdoa di Tanah Suci. ”Dua tahun yang lalu, ada jamaah dari Kabupaten Bekasi, dia ikut naik haji satu rombongan dengan orang BPN.

Sampai sa na, salah satu jamaah berdoa sangat khusyuk,” kata Sofyan. Seorang jamaah lain yang ikut dalam rombongan itu kemudian bertanya tentang doanya sampai khusyuk sekali. Dia jawab hanya meminta agar sertifikat tanah miliknya bisa segera jadi oleh BPN.

”Begitu pulang, orang BPN yang kebetulan berada satu pesawat dengannya langsung membuatkan sertifikat nya,” sambungnya. Setibanya di rumah, sertifikat ta nah orang itu sudah ada dirumah. Sejak itu, banyak orang Bekasi yang pergi haji berdoa agar sertifikat tanahnya segera jadi.

Waspadai Narkoba

Selain pemberian sertifikat di Banten, Presiden Jokowi dan Ibu N egara Iriana juga meng hadiri aca ra bertema ”Be la Negara Tanpa Narkoba, Pornografi, dan Kekerasan Menuju Kejayaan Indonesia” di JI-Expo Kemayoran, Jakarta Pusat. Acara yang juga diikuti sekitar 5.500 siswa-siswi SD, SMP, dan SMA/SMK se-Provinsi DKI Jakarta itu digelar atas inisiasi Or ganisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja yang dipimpin Iriana Jokowi.

Presiden Jokowi berpesan agar siswa-siswi sekolah tidak mudah tergoda iming-iming atau pemberian orang, apalagi ti dak dikenal. ”Anak-anakku semuanya, saya titip kalau ke te mu orang tak dikenal kemudian menawarkan sesuatu, permen misalnya, anak-anak harus langsung menolaknya,” ucapnya.

Presiden meminta para siswa agar berhati-hati terhadap modus operandi tersebut. Dia juga berpesan kepada guru dan orang tua untuk ikut meng awasi secara ketat setiap aktivitas anak, baik di lingkungan sekolah maupun rumah. ”Sekali lagi, belajar yang rajin.

Rajin sembahyang dan olahraga,” ajaknya. Beberapa waktu lalu, Presiden Jokowi juga me nyam pai kan kegelisahannya terhadap penyalahgunaan narkoba dan obat ilegal. Dia geram dengan pengedar dan bandar narkoba. Terlebih lagi Presiden sempat mendapat kabar tak sedap mengenai pil bernama PCC yang telah menimbulkan banyak korban.

hasan kurniawan/ okezone





Berita Lainnya...