Edisi 12-10-2017
Pemimpin Ibarat Pemain Orkestra


Bagi Sutikno Widodo Sjarif yang telah berpengalaman di industri asuransi sejak 2001 silam, yang di perlukan pemain asuransi jiwa untuk terus bisa mengikuti tren pasar adalah kreativitas dan fleksibilitas.

Ter lebih saat ini ke sa daran ma sya ra - kat akan pentingnya mem proteksi di - ri sudah meningkat. ”Saat ini saya menilai penetrasi asu - ran si jiwa di Indonesia masih relatif ke - cil. Sampai dengan saat ini penetrasi in - dus tri asuransi mencapai 2,87% dari pro duk domestik bruto (PDB). Mes ki - pun kesadaran masyarakat akan pen - ting nya asuransi telah mulai muncul, ak si untuk mengakses proteksi masih rendah,” urainya. Untuk terus meningkatkan pe ne - tra si asuransi jiwa di Indonesia, Sutikno menyarankan kepada provider asuransi ji wa, perlu menciptakan produk-pro - duk yang sesuai dengan karakter calon kon sumennya.

”Karena itulah Zurich se lalu menciptakan produk yang benarbe nar memahami kebutuhan kon su - men kami,” sebutnya. Dari perspektif bisnis dan iklim in - ves tasi, Sutikno melihat dalam beb e ra - pa tahun terakhir pasar asuransi In do - ne sia telah menarik perhatian yang cu - kup signifikan dari investor in ter na sio - nal. Hal tersebut terlihat dari segi mer - ger dan akuisisi serta peluang banca ssurance. ”Proteksi jiwa akan menjadi pe - luang besar di Indonesia di masa depan, khu susnya tiga hingga lima tahun men - da tang,” ujarnya. Di sisi lain, pria lulusan University of Saint Thomas, Houston, Texas ini me - ni lai sebagai seorang pemimpin, sum - ber daya manusia (SDM) merupakan aset paling penting bagi sebuah per usa - haan.

”Bukan teknologi, bukan produk, na mun manusianya. Dan setiap ma nu - sia memiliki visi dan pandangan yang ber beda. Setiap orang memiliki k e le - bih an dan kekurangan masingmasing,” paparnya. Menjadi pemimpin itu ibarat me - mim pin sebuah orkestra, setiap p e - main musik adalah ahli untuk musik masing-masing. Lalu pemimpin ber pe - ran untuk mengatur agar irama dari se - tiap pemain musik bisa menghasilkan har moni yang indah didengar.

”Seperti itu lah seorang pemimpin yang baik, ha - rus bisa memadukan keahlian tiap orang sehingga menciptakan hasil yang baik,” tegas Sutikno. Menurut pria kelahiran Jakarta, 29 No vember 1960 ini, karena semua orang memiliki kekurangan, seorang pe mimpin memiliki peran untuk me - ma h ami kekurangan tersebut dan ber - sama-sama memperbaikinya. ”Setiap orang itu memiliki karakteristik yang ber beda. Jadi kita sebagai leader harus me nyatukan perbedaan agar semua s a - tu irama. Karena kan talenta setiap orang beda-beda,” ujar dia.

Di luar pekerjaannya, pria ber ka ca - ma ta itu memiliki hobi membaca, ber - main tenis, serta travelling. Buku bacaan yang dibaca juga beragam seperti no - vel, perihal bisnis ataupun filosofi. Tak lu pa, Sutikno juga selalu meng ha bi s - kan waktu bersama keluarganya. Bagi dia, keluarga sangat berperan penting da lam kemajuan kariernya. Apalagi yang dia lakukan selalu disokong ke - luar ga.

”Kalau menurut saya dukungan ke luarga sangat penting. Keluarga itu first loyalty dan saya selalu bilang your lo yalty it’s not to me, but your first loyalty to your family,” sebutnya.

Kunthi fahmar sandy