Edisi 12-10-2017
Toyota Kuasai Pasar Ekspor Mobil


JAKARTA – Toyota masih menguasai pasar ekspor mobil nasional. Total ekspor mobil utuh (completely built up/CBU) Toyota sepanjang 2017 hingga September mencapai 150.400 unit.

“Pencapaian ini meningkat 22% dari torehan TMMIN tahun lalu, didukung oleh volume SUV Fortuner sebesar 52.500 unit, MPV Avanza sebesar 36.100 unit, serta sedan Vios sebesar 20.700 unit,” kata Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Edward Otto Kanter dalam keterangan tertulisnya di Jakarta kemarin. Dengan raihan ekspor tersebut Toyota menguasai pangsa pasar ekspor mobil CBU nasional sebesar 87%.

Total ada sembilan model yang diekspor, yaitu Kijang Innova, Fortuner, Vios, Yaris, Avanza, Rush, Town/Lite Ace, Agya, dan Sienta. TMMIN juga mengekspor kendaraan terurai (completely knock down /CKD), mesin bensin dan etanol tipe TR-K dan RNR, komponen kendaraan serta alat bantu produksi berupa jigs (alat bantu dalam proses pengelasan), dan dies (alat bantu dalam proses pengepresan). “Ini menunjukkan tingkat kedalaman industri TMMIN,” kata Edward.

Menurutnya, untuk CKD yang diekspor sebanyak 35.600 unit, mesin bensin lebih dari 99.850 unit, mesin etanol lebih dari 7.350 unit, dan komponen kendaraan sekitar 76,6 juta buah. Edward melanjutkan, pada tahun ini Toyota menargetkan ekspor kendaraan utuh meningkat sebesar 10% dibandingkan ekspor tahun lalu. Produk- produk ekspor kendaraan Toyota ini nantinya dikirim ke lebih dari 80 negara di kawasan Asia, Afrika, Amerika Latin, Kepulauan Karibia, Pasifik, serta Timur Tengah.

“Investasi dan aktivitas kinerja ekspor Toyota di Indonesia selama 30 tahun merupakan wujud keseriusan kami dalam menggarap dan mengeksplorasi potensi pasar yang berdaya saing tinggi. Kerja keras kami membuahkan hasil berupa kepercayaan atas peran TMMIN sebagai salah satu basis produksi kendaraan, engine , dan komponen Toyota di Asia-Pasifik untuk memenuhi permintaan global,” kata Edward. Sejak 2016 TMMIN menambah dua produk ekspor baru, yaitu Sienta dan Engine R-NR. Jumlah ekspor unit Engine RNR yang dilakukan Toyota Indonesia sepanjang tahun 2017 cukup signifikan dengan mencatatkan 74.600 unit.

Toyota Sienta, yang awal perdana diproduksi sudah mencapai tingkat komponen lokal 80%, pada awal Agustus tahun ini sudah diekspor dengan standar Euro6. Industri automotif menjadi sektor andalan yang terus diprioritaskan pengembangannya karena berperan besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Potensi pasar dalam negeri yang terus berkembang menjadi pendorong bagi pelaku usaha untuk semakin mengembangkan produknya sehingga menumbuhkan industri komponen guna memperdalam struktur industri automotif nasional.

Sebelumnya, President Director TMMIN Warih Andang Tjahjono mengatakan, industri hulu, supply chain , sumber daya manusia (SDM) menjadi penting dalam pengembangan industri automotif ke depan. “Yang menjadi tantangan kita adalah sektor hulu yang masih kurang. Kita harapkan material lokal semakin kuat, raw material juga, sehingga bisa mendukung industri automotif ke depan,” ujarnya saat berkunjung ke auditorium Gedung SINDO di Jakarta. Warih melanjutkan, potensi sektor hulu untuk ikut mengembangkan industri automotif sangat besar.

Namun, perlu dibina agar bisa masuk ke supplier agen pemegang merek (APM). Selain industri hulu, lanjut Warih, dukungan pemerintah terhadap infrastruktur juga diperlukan untuk pengembangan industri automotif. “Infrastruktur ke arah ekspor, kecepatan kebijakan, karena sekarang masing-masing negara mengeluarkan kebijakan baru untuk melindungi industrinya,” kata Warih. Untuk pasar ekspor, kata Warih, TMMIN menargetkan peningkatan ekspor sebesar 10% dari 169.000 unit di tahun 2016menjadi185.000unitditahun 2017.

“Tahun ini berharap naik 10%. Negara yang menjadi sasaran seperti Filipina, itu pasarnya cukup bagus,” tuturnya. Sebelumnya, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto meminta kepada para pelaku industri automotif nasional lebih memperdalam struktur industrinya melalui peningkatan kemampuan industri komponen. Dia memastikan, pihaknya aktif memacu daya saing industri automotif nasional melalui peningkatan kemampuan SDM dan manajemen industri serta peningkatan penguasaan teknologi dan R&D industri automotif.

TMMIN mendapat penghargaan Primaniyarta Award 2017 untuk yang kedelapan di kategori Eksportir Berkinerja dari Kementerian Perdagangan (Kemendag). Penghargaan Primaniyarta 2017 diserahkan langsung Presiden Joko Widodo yang didampingi oleh Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita kepada Wakil Presiden Direktur TMMIN Edward Otto Kanter dalam acara pembukaan Trade Expo 2017 yang berlokasi di ICE BSD, Tangerang, kemarin.

Oktiani endarwati