Edisi 12-10-2017
BTPN Mitra Bisnis Siap Manfaatkan Platform Digital


SEMARANG - PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) Mitra Bisnis akan memanfaatkan platform digital guna mendukung proses bisnis yang berorientasi pada kebutuhan serta kenyamanan nasabah.

Dengan layanan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing nasabah, BTPN Mitra Bisnis dapat menjadi mitra pelaku UKM untuk pengembangan usaha dan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat. Head of SME Business BTPN Sonny Christian Joseph mengatakan, BTPN Mitra Bisnis hadir dengan berbagai produk dan layanan perbankan guna menunjang kebutuhan usaha modal kerja dan investasi usaha nasabah.

Selain produk dan layanan terkait pembiayaan, BTPN Mitra Bisnis juga hadir dengan dukungan solusi nonkeuangan untuk membantu nasabah mengembangkan kapasitasnya dalam menjalankan usaha yang termasuk dalam Daya. Melalui Daya Tumbuh Usaha Mitra Bisnis, lanjut dia, nasabah mendapatkan inspirasi kesuksesan bisnis, memperluas wawasan dan juga berfungsi sebagai wadah untuk menjalin networking antarsesama nasabah BTPN Mitra Bisnis. BTPN memiliki berbagai jenis topik yang didesain khusus berdasarkan kebutuhan nasabah.

Misalnya, pajak bisnis dengan menghadirkan konsultan pajak, pembuatan laporan keuangan, aspek hukum dalam bisnis, serta peningkatan pemasaran melalui media digital. ”Forum-forum seperti ini diharapkan dapat memberikan inspirasi kepada nasabah kami untuk terus berinovasi agar tidak tertinggal dalam perkembangan teknologi saat ini,” kata Sonny saat berbicara dalam diskusi Entrepreneur Networking Forum di Semarang kemarin.

Pada kesempatan yang sama, ekonom Universitas Kristen Satya Wacana Sri Sulandjari menuturkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2018 diprediksi akan lebih baik dari tahun ini. Seperti laporan Bank Dunia, lanjut dia, kenaikan pertumbuhan tersebut dicapai melalui tiga kebijakan, yaitu efisiensi anggaran pada 2016 dan 2017, inflasi rendah, dan paket kebijakan yang mempermudah menjalankan usaha. ”Kuatnya fundamental ekonomi diikuti dengan pertumbuhan ekonomi yang diprediksikan sedikit meningkat pada 2018, menunjukkan peluang pasar justru yang lebih luas dan lebih kredibel adalah pasar domestik,” jelasnya.

Namun, untuk menggerakkan sektor perekonomian, Sri menilai masyarakat masih perlu perluasan akses modal. ”Utamanya akses modal bagi sektor ekonomi informal, masih perlu ditingkatkan,” ujarnya. Selain akses permodalan, menurutnya, segmen UMKM juga membutuhkan dukungan lainnya seperti akses pasar.

Hatim varabi