Edisi 12-10-2017
Bali-Kei Archipelago Festival 2017 Disambut Antusias


TUAL – Bali-Kei Archipelago Festival yang diselenggarakan pada 6-8 Oktober 2017 berhasil meraih kesuksesan besar dengan jumlah pengunjung diperkirakan mencapai lebih dari 1.000 orang.

Festival bertaraf internasional pertama yang diadakan di Kepulauan Kei, Maluku Tenggara, ini menggabungkan antara sportsventure- TM dengan creative industry. “Bali-Kei Archipelago Festival adalah sebuah program yang kita rencanakan untuk berjalan setidaknya selama lima tahun ke depan di Kepulauan Kei. Program ini kita buat untuk menunjang percepatan pembangunan pariwisata di Kepulauan Kei. Kita kombinasikan antara Bali dan Kepulauan Kei karena antara Bali dan Kei memiliki hubungan antropologi dan historis yang erat,” ujar Festival Director Bali-Kei Archipelago Festival Andy Manuhutu dalam siaran persnya kemarin.

Rangkaian acara Bali-Kei Archipelago Festival ini disambut dengan antusias oleh seluruh pengunjung, baik turis domestik maupun internasional, serta seluruh masyarakat Kepulauan Kei. “Bali-Kei keren abis! Baru pertama kali festival seperti ini diadakan di Maluku Tenggara. Panggung, sound system, dan konsep semuanya juga keren banget! Saya berharap setiap tahun acara seperti ini diadakan dan kalau bisa tahun depan lebih meriah lagi supaya Kepulauan Kei ini lebih bisa terekspose keluar dan dikenal oleh seluruh dunia bahwa Maluku Tenggara memiliki destinasi yang bagus,” ujar Meike Pontoh, salah satu warga Tual.

Kepala Dinas Pariwisata Maluku Tenggara Roy Rahajaan mengaku sangat berterima kasih kepada pihak pelaksana karena ini bagian dari promosi pariwisata Kei secara internasional. “Kami masyarakat Kei merasa sangat terhibur dengan event ini dan kami berharap tahun depan event ini tetap terlaksana dan semakin besar lagi,” ungkap Roy. Festival musik dimulai pada saat sunset di bibir Pantai Ohoililir. Pada hari pertama, Damaris Dior, Jessica Manuputty, Lala Suwages, Massada, DJ Latisha, dan DJ Chelina Manuhutu, memeriahkan panggung Archipelago International Music Expo (AIME). Lala Suwages yang merupakan penyanyi berdarah Papua membuat para penonton tidak tahan untuk ikut menyanyi dan berjoget bersama.

“Saya sangat senang dan bangga dengan program Bali- Kei Archipelago Festival ini karena ternyata sekarang daerah timur Indonesia sudah mulai ada gejolak untuk membuat event seperti ini. Event ini penting sekali bagi anak-anak muda untukdapatmenyalurkaninspirasi, talenta, dan kreativitas mereka. Saya berharap sekali event seperti ini bisa terus diadakan setiap tahunnya, kalau bisa malah dua kali dalam setahun,” ungkap Lala Suwages. Pada hari kedua, rangkaian acara diawali dengan Archirun (Archipelago Run) yang dimulai pada pukul 06.00.

Para peserta berlari dimulai dari Desa Ohoililir mengitari Kota Tual dan kembali ke Desa Ohoililir sebagai garis finis. Kategori yang diperlombakan pun ada tiga, mulai dari 5 km, 10 km, dan 21 km. Anak-anak Tual pun memenangkan seluruh kategori lomba dan mendapatkan hadiah mulai dari Rp1,25 juta sampai dengan Rp12,5 juta. “Kegiatan ini menurut saya sangat sukses dan semoga bisa diadakan setiap tahunnya sehingga event ini bisa membawa percepatan pariwisata kepada Kepulauan Kei,” tutur Ronald Reyaan peserta Archirun. Archipelago International Music Expo (AIME) pada hari kedua semakin meriah dengan penampilan dari Saykoji.

Pengunjung yang hadir pun turut bernyanyi dan loncat dengan girang saat Saykoji menyanyikan lagu-lagu hit ciptaannya, seperti Jomblo, So What Gitu Loh?, Online, dan lainnya. AIME pun ditutup dengan penampilan dari DJ dan Supermodel asal Belanda yang memiliki darah Maluku, yaitu Chelina Manuhutu.

Rakhmat baihaqi