Edisi 12-10-2017
Cari Komposisi Ideal


JAKARTA- Pemain yang saat ini memperkuat tim nasional Indonesia U-19 masih berpotensi dicoret.

Tim pelatih membuka peluang merekrut pemain baru dengan menerapkan sistem promosi degradasi untuk mendapatkan komposisi tim ideal menghadapi putaran final Piala Asia tahun depan. Timnas hanya memiliki waktu persiapan sekitar dua pekan sebelum bertolak ke Korea Selatan menghadapi kualifikasi Grup F Piala Asia. Indonesia tergabung bersama Brunei Darussalam, Korea Selatan, Malaysia, dan Timor Leste. Brunei menjadi lawan pertama Egy Maulana Vikri, Selasa (31/10), disusul Timor Leste, Korea Selatan, dan berhadapan dengan Malaysia di laga terakhir.

Namun demikian, apa pun hasil yang diraih skuad Garuda Nusantara dalam empat pertandingan tersebut tidak akan memengaruhi keikutsertaan dalam Piala Asia 2018. Indonesia sudah otomatis lolos sebagai tuan rumah. Kendati demikian, Pelatih Indra Sjafri memastikan jika anak asuhnya bakal menampilkan permainan terbaik di Korsel. Alasannya, kualifikasi di Korsel akan menjadi ajang pemantapan permainan sekaligus memantau perkembangan tim. Hasil empat pertandingan akan menjadi bahan evaluasi bagi tim pelatih melakukan promosi dan degradasi pemain untuk mendapatkan komposisi tim yang solid menghadapi Piala Asia.

Indra menyatakan akan memberikan kesempatan kepada pemain potensial untuk mengasah bakat dan menunjukkan kompetensinya sebagai calon pemain masa depan Indonesia. “Masih akan ada evaluasi tim setelah kualifikasi. Tidak ada jaminan pemain yang ada di tim akan tampil di Piala Asia. Mereka harus tetap berlatih keras agar tidak tergusur oleh pemain lain yang potensial menghuni timnas,” kata Indra. Menghadapi kualifikasi, timnas kembali menggelar pemusatan latihan di Stadion Wibawa Mukti Cikarang. Egy dkk dijadwalkan akan melakukan satu laga uji coba melawan Persid Jember, Sabtu (21/10).

Sebelumnya, timnas sudah melakoni dua uji coba internasional saat menang 2-0 melawan Kamboja dan menekuk juara Piala AFF 2017 Thailand dengan skor 3-0. Sesuai jadwal, tim Garuda Nusantara akan bertolak ke Korsel pada 27 Oktober mendatang. Kendati baru bermain empat hari kemudian, timnas sengaja diberangkatkan lebih awal untuk aklimatisasi cuaca mengingat Korsel tengah memasuki musim dingin.

“Masih ada satu laga uji coba di Jember, setelah itu kembali ke Jakarta dan langsung persiapan ke Korsel. Kami berharap kualifikasi ini akan memberikan gambaran mengenai kekurangan tim untuk menjadi pembenahan sebelum putaran final Piala Asia,” ujarnya. Sesuai aturan, 10 pemenang grup dan lima runner-up terbaik bersama tuan rumah akan melaju ke putaran final. Total 16 negara akan berlaga dalam putaran final Piala Asia U-19/2018 yang digelar 18 Oktober-4 November 2018. Ada lima venue yang akan digunakan dalam ajang ini, yakni Stadion Utama Gelora Bung Karno (Jakarta), Gelora Bandung Lautan Api (Bandung), Stadion Pakansari (Bogor), Stadion Patriot (Bekasi), dan Stadion Wibawa Mukti (Bekasi).

Kontrak Pelatih

Masa bakti Pelatih Indra Sjafri sebagai juru taktik timnas U-19 akan berakhir Desember mendatang. Tugas Indra akan selesai setelah mendampingi Egy Maulana Vikri dkk mengarungi kualifikasi Piala Asia di Korea Selatan, awal November mendatang. Hingga saat ini PSSI belum mengajukan kontrak baru dan dikhawatirkan akan berdampak pada persiapan skuad Garuda Nusantara menghadapi Piala Asia 2018 yang mana Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah. “Kontrak Indra akan kami perpanjang. Sisa tanda tangan saja akhir bulan ini rencananya. Kontrak lama juga masih berlaku,” kata Wakil Ketua PSSI Joko Driyono.

Sejauh ini Indra dinilai masih layak menukangi timnas Indonesia. Meski gagal mengulang sukses empat tahun lalu saat menjuarai Piala AFF U-19/2013 di Sidoarjo, mantan pelatih Bali United ini mampu meletakkan fondasi dasar permainan pada skuad Garuda Nusantara .

Abriandi/okezone