Edisi 12-10-2017
Berhenti di 96 Laga, 37 Gol


AMSTERDAM– Gagal berpartisipasi di Piala Dunia 2018 membuat seluruh elemen skuad Belanda begitu terpukul, terutama Arjen Robben.

Gelandang Bayern Muenchen tersebut memutuskan mengakhiri kariernya bersama tim Oranje. Keputusan itu diambil Robben seusai membantu Belanda mengalahkan Swedia 2-0 di laga pamungkas Grup A, Rabu (11/10). Tampil gemilang lewat sumbangan dua golnya pada menit ke-16 (pen) dan 40, kesedihan Robben rupanya tetap sulit dibendung. Belanda hanya menempati peringkat 3 klasemen akhir Grup A dengan koleksi 19 poin. Robben pun menolak anggapan pensiun karena hasil buruk Belanda di babak kualifikasi, melainkan keinginannya itu sudah bulat dan telah dipertimbangkan dengan sangat matang.

“Saya sudah memikirkan mundur dari tim nasional cukup lama dan saya memutuskan bertahan karena saya ingin menyelesaikan tugas di babak kualifikasi Piala Dunia 2018,” kata Robben, dilansir Skysports. Namun, gelandang berusia 33 tahun tersebut mengaku berat meninggalkan Belanda yang telah diperkuatnya sejak 2003. Robben telah melakoni 96 capsdan mencetak 37 gol. Prestasi terbaiknya adalah mengantarkan Oranjemenjadi runner-upPiala Dunia 2010 dan posisi ketiga Piala Dunia 2014.

Selanjutnya, Robben akan memilih berkonsentrasi penuh bersama Bayern. Gelandang bernomor punggung 10 tersebut menegaskan kondisi fisiknya sangat baik sehingga berambisi bermain di level tertinggi sepak bola setidaknya beberapa tahun ke depan. “Selama 14 tahun saya menjalani banyak momen indah bersama Belanda. Saya selalu ingat Piala Dunia 2010 dan 2014 karena itu adalah yang terbaik. Dua edisi Piala Dunia tersebut Belanda menunjukkan kualitasnya sebagai tim hebat,” ujarnya.

Pensiunnya Robben mendapatkan komentar dari Pelatih Dick Advocaat. Menurutnya, sektor tengah Belanda kehilangan salah satu aset terbaik. Hal itu tentu membuat tugasnya membangun tim menjadi cukup berat. Maklum, saat ini kualitas pemain-pemain masih memerlukan pembuktian dan minim pengalaman. Kejelian Advocaat dalam meramu skuad jelas sangat diperlukan agar Belanda kembali disegani lawan sekaligus meretas jalan berpartisipasi di turnamen prestisius.

“Ini sebuah kehilangan besar bagi Belanda. Sulit dibayangkan bagaimana kami bermain tanpa Robben. Dia adalah pemain hebat dan itu tidak perlu diragukan. Yang jelas, kami akan sangat merindukannya,”ungkapnya.

Alimansyah