Edisi 12-10-2017
Fasilitas ATC Omron di Singapura


OMRON Asia Pacific, pemimpin global di bidang teknologi otomatisasi, belum lama ini meresmikan fasilitas Automation Center (ATC) di Singapura.

Fasilitas ruang pameran inovasi sekaligus fasilitas penelitian dan pengembangan yang bernilai SGD13,5 juta (USD10 juta) ini adalah salah satu bentuk investasi Omron dalam mengembangkan robotika di Singapura selama dua tahun ke depan, sekaligus sejalan dengan komitmen Singapura terhadap pengembangan pabrik-pabrik canggih. ATC tersebut merupakan fasilitas ATC Omron ke-9 di dunia. Profesor Quek Tong Boon, Chief Executive National Robotics Programme, bersama Takehito Maeda, Managing Director of Industrial Automation Business Omron Asia Pacific, memimpin acara peresmian fasilitas Automation Center tersebut.

Fasilitas ATC OMRON di Singapura menyuguhkan sekilas gambaran proses produksi pada masa mendatang, yang dirancang saling terkoneksi, memiliki kecerdasan dan sangat berbasis data. Fasilitas ini merupakan ATC Omron pertama di dunia yang khusus didirikan untuk meneliti lebih jauh penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence /AI) yang canggih, internet of things (IoT), dan teknologi robotika yang diaplikasikan dalam proses produksi.

Fasilitas ATC tersebut juga unik karena hadir sebagai contoh (working model ) pabrik pintar masa depan Omron dan Future of CEO Cockpit , yang menampilkan bagaimana tingkat kecerdasan manufaktur dan tingkat visibilitas kegiatan operasional yang lebih tinggi mampu dicapai dengan memanfaatkan teknologi yang terus berevolusi. Seusai pembukaan fasilitas ATC tersebut, Takehito Maeda, Managing Director of Industrial Automation Business Omron Asia Pacific, mengatakan, OMRON selalu berpegang teguh untuk memberikan nilai lebih melalui inovasi teknologi dan memprioritaskan kebutuhan pelanggan dalam setiap kegiatan yang dilakukan.

“Dengan keberadaan fasilitas ATC tersebut, kami ingin menunjukkan potensi yang dimiliki pabrik pintar dan membawa proses produksi masa depan ke hadapan para pelanggan kami saat ini,” tuturnya. Lim Kok Kiang, Assistant Managing Director Singapore Economic Development Board, mengatakan, proses transformasi Singapura ke arah manufaktur yang lebih maju dipercepat oleh dukungan pihaknya terhadap inovasi dan keunggulan yang telah ada di industri manufaktur.

Wuri