Edisi 12-10-2017
Konsumen & APM Harus Proaktif Soal Airbag


MOBIL yang terindikasi mengalami masalah pada inflator airbag produksi Takata Corporation terus bertambah seiring berlanjutnya investigasi yang dilakukan pabrikan automotif di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia.

Untuk itu, perusahaan agen pemegang merek (APM) sebagai pihak yang bertanggung jawab terhadap distribusi diminta lebih proaktif melakukan sosialisasi kepada pemilik kendaraan agar kejadian fatal yang membahayakan jiwa seperti yang terjadi di Amerika Serikat (AS) bisa dihindari. “Konsumen harus proaktif menanyakan kepada APM apakah mobilnya masuk daftar recall . Begitu pula APM harus proaktif, jangan diamdiam karena ini menyangkut keselamatan,” ujar pendiri dan instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu di Jakarta kemarin.

Dia menambahkan, di AS saja, National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) telah mengumumkan program recall untuk beberapa merek mobil terkait masalah pada airbag . Kasus ini terungkap pada April 2013 ketika perusahaan komponen airbag , Takata Corporation, mengumumkan ditemukannya kesalahan pada inflator aibags produksi mereka. Kesalahan ter - sebut membuat adanya potensi pecahan logam yang menyebar, yang bisa meng ancam keselamatan penumpang. “Ini tentu ber bahaya, pemerintah juga harus proaktif untuk mengawasi, jangan sampai sudah kejadian baru bereaksi. APM juga tidak perlu takut, karena program recalljustru menunjukkan APM bertanggung jawab,” tandas Jusri.

Di Indonesia, jumlah kendaraan yang terindikasi mencapai ratusan ribu unit dari berbagai brand . Tercatat, yang sudah melakukan recall antara lain Toyota, Honda, Nissan, Mazda, Mitsubishi. Mobil yang teridentifikasi itu berasal dari berbagai model dan tahun pembuatan atau produksi. Toyota, misalnya, telah mengidentifikasi adanya potensi inflator bermasalah pada Alphard tahun produksi 2008-2012, NAV 1 tahun 2012, Camry tahun 2002-2004. Kemudian, Corolla tahun 2001-2012, Vios 2006-2012, dan Yaris 2006-2012.

Masing-masing APM dari berbagai brand tersebut telah menyiapkan ber - bagai skema menarik produk mereka yang teridentifikasi, sekaligus menye - dia kan layanan gratis mengganti inflator airbag . “Masalah ini tidak hanya dialami mobil-mobil Toyota, tetapi juga merek lain yang meng - gunakan inflator airbag Takata. Sebagai agen pemegang merek Toyota di Indonesia, kami sangat peduli untuk penanganan masalah ini agar konsu - men tidak dirugikan atau menjadi korban,” ujar Executive General Manager PT Toyota Astra Motor (TAM) Fransiscus Soerjopranoto.

Anton c