Edisi 12-10-2017
Pijat dukung Perkembangan Anak


BERDASARKAN data WHO 2015, sekitar 70.000 bayi di Indonesia kehilangan nyawa sebelum menginjak umur 28 hari, salah satunya akibat masalah pada kulit. Padahal, banyak nyawa bisa diselamatkan dengan memberikan perawatan kulit yang tepat, seperti ritual mandi dan pemijatan bayi.

Stimulasi pemijatan bayi apabila dilakukan dengan baik pada tahun pertama mampu membantu perkembangan fisik dan kesehatan mental bayi. Seperti mengurangi kerewelan bayi, membantu perkembangan metabolisme, melancarkan sirkulasi darah, serta meningkatkan nafsu makan dan imunitas bayi. Ritual pijat bayi akan membantu meningkatkan ikatan antara bayi dan orang tua, meningkatkan komunikasi, memahami bahasa nonverbal bayi dengan lebih baik, meredakan stres pada orang tua, serta menciptakan rasa percaya diri dalam mengasuh anak.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise mengungkapkan, salah satu faktor yang menyebabkan kematian pada bayi adalah kurangnya perhatian terhadap perawatan kulit selama masa neonatal yang menyebabkan sepsis pada kulit bayi. “Padahal, banyak nyawa bayi yang bisa terselamatkan melalui pemijatan bayi yang jika dilakukan pada tahun pertama mampu membantu perkembangan fisik dan kesehatan bayi,” ujar Yohana saat menghadiri Pemecahan Rekor Dunia Guinness World Record untuk Pelatihan Stimulasi Pijat Bayi Terbesar dengan lebih dari 600 bidan oleh Johnson and Johnson Indonesia di Jakarta.

Data Indonesia Demographic and Health Survey (IDHS) 2012 menunjukkan bahwa angka kematian bayi selama lima tahun sebelum survei (sekitar periode 2008-2012) adalah 32 kematian per 1.000 kelahiran. Hal ini berarti 1 dari 31 anak yang lahir di Indonesia meninggal sebelum mencapai hari ulang tahunnya yang pertama. Sekitar 60% kematian pada bayi terjadi di usia 0 bulan, yang menjadikan tingkat kematian neonatal sebesar 19 kematian per 1.000 kelahiran. Sebanyak 80% kematian anak terjadi pada usia 1-11 bulan, yang memberikan angka kematian pascakelahiran sebesar 13 kematian per 1.000 kelahiran.

Tentu ini menjadi tantangan besar bagi Indonesia untuk mengurangi angka kematian bayi seperti yang juga ditargetkan Sustainable Development Goal (SDGs) untuk 2030. Menanggapi situasi tersebut, Lakish Hatalkar, Presiden Direktur PT Johnson & Johnson Indonesia, berharap edukasi dan pelatihan yang diberikan kepada ratusan bidan dapat diteruskan kepada masyarakat luas, khususnya orang tua. Pihaknya mengajak masyarakat, khususnya orang tua, untuk terus memberikan sentuhan penuh kasih sayang dengan stimulasi fisik dan emosional untuk bayi melalui rutinitas pemijatan dan mengingatkan kembali betapa pentingnya hal tersebut untuk kelangsungan hidup dan perkembangan bayi.

Namun, Dr Fitri Hartanto SpA(K) mengingatkan agar tidak sembarangan memijat anak dan perlu mengetahui teknik yang tepat. Sepanjang pengalaman klinisnya, dr Fitri pernah menemukan bayi yang dibawa ke rumah sakit karena perdarahan saluran cerna akibat cara pemijatan yang salah. Jika dilakukan secara tepat, stimulasi yang diberikan lewat pemijatan dapat membuat bayi merasa nyaman hingga dapat mengurangi efek kolik yang biasa dialami bayi.

Sri noviarni