Edisi 12-10-2017
Setajam Samurai Jepang


SUZUKI akhirnya membuka selubung hot hatchback mereka, Suzuki Swift Sport di Frankfurt Motor Show 2017 pada pertengahan September lalu. Apakah mobil ini sesuai dengan label “Sport” yang disandang?

Suzuki Swift Sport sebenarnya bukan mobil langka di Indonesia. PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) pernah membawa mobil ini ke pasar Indonesia sebagai prestise dan kemampuan mereka dalam membuat mobil kencang. Memang populasi mobil ini tergolong kecil. Namun, semua pemilik mobil ini mengakui Suzuki Swift Sport bukanlah mobil yang bisa dianggap enteng. Mobil ini lincah, bertenaga, dan menyenangkan untuk dikendarai. Ketiga hal inilah yang coba kembali diperkuat oleh Suzuki saat menghadirkan Suzuki Swift Sport generasi ketiga di Frankfurt Motor Show 2017 pertengahan September lalu.

Suzuki sepertinya sangat paham rumus sederhana fisika. Jika ingin sebuah benda berlari kencang, maka kurangilah berat benda tersebut. Voila , maka Suzuki Swift Sport langsung berdiet ketat. Berat Suzuki Swift Sport terbaru saat ini hanya mencapai 970 kg (manual) dan 980 kg (otomatis). Bandingkan dengan hatchback lain di kelasnya, beratnya sudah di angka 1,3 atau 1,4 ton. “Kami tahu pelanggan suka dengan kendaraan yang diciptakan secara dinamis di atas segalanya. Untuk itu, kami menghadirkan Swift Sport yang lebih kencang, ringan, sporty dan nyaman digunakan sehari-hari,” papar Masao Kabori, Chief Engineer Suzuki Swift Sport.

Masao Kabori mengatakan, diet yang dilakukan Suzuki Swift Sport adalah dengan penggunaan platform baru, HEARTECT. TECT merupakan singkatan dari total effective control technology . Sederhananya, platform ini menyederhanakan bagian platform dari mobil yang semula dibagi menjadi enam bagian menjadi tiga bagian. Kemudian materi yang digunakan adalah high strength steel berbeda dengan rangka baja yang membuat mobil jadi lebih berat. Jika Anda penasaran platform HEARTECT sebenarnya sudah ada di model Suzuki yang ada di Indonesia saat ini, contohnya Suzuki Ignis.

Untuk informasi saja, bobot total Ignis hanya mencapai 800 kilogram. Jadi sangat wajar jika Suzuki Swift Turbo beratnya tidak sampai 1 ton. Kelebihan dari memiliki bobot yang ringan adalah tenaga dan torsinya tidak perlu dipaksakan sebesar-besarnya untuk membuat mobil menjadi kencang. Mesin Suzuki Swift Sport adalah mesin 1.400 cc 4 silinder BoosterJet Turbo yang dipinjam dari Vitara, sanggup memuntahkan 140 hp dan 230 Nm. Tenaganya naik 4 ps, sedang torsi meningkat 10 Nm dibanding sebelumnya. Ibarat kata, Suzuki Swift Sport bukanlah sebuah samurai yang terlalu berat.

Mobil ini bak sebuah pedang katana , yang ringan sekaligus lincah dan bisa menakutkan semua lawan. Selain dibuat dengan platform baru, tampang pesaing Ford Fiesta ST dan Toyota Yaris GRMN ini, juga turut mendapat penyegaran. Seperti desain grille dan lampu yang lebih modern. Side skirts dan rear diffuser turut diubah. Plus, untuk lebih menampilkan kesan dan rasa pengendalian yang lebih sporty , Suzuki membekali pelek berukuran 17 inci. Selain bagian eksterior dan mesin, Suzuki juga memberikan pembaruan di interior. Seperti penggunaan jok sporty berbentuk semibucket , serta beberapa aksen baru seperti aksen krom di knop pintu, pedal dan tuas transmisi.

Tata hiburan terpusat di layar sentuh berukuran tujuh inci, yang dapat terkoneksi dengan Bluetooth, music streaming , plus Apple CarPlay dan Android Auto. “Ini merupakan Swift Sport terbaik, paling agresif yang kami buat. Mobil ini hasil dari masukan konsumen yang ingin mengendarai mobil yang menyenangkan dan menggairaihkan,” promosi Toshihiro Suzuki, President Director Suzuki Motor Corporation dalam keterangan persnya.

Untuk harga, mobil yang baru dilepas Suzuki pada 2018 mendatang, dijual £16.000 atau setara Rp253 juta. Sementara di negeri asalnya, Jepang, mobil ini dijual mulai 1.836.000 yen atau setara Rp223 juta hingga 2.050.920 yen atau sekitar Rp249,16 jutaan.

Wahyu sibarani