Edisi 12-10-2017
Waspada Bahaya Komplikasi Sinusitis


SINUSITISmerupakan kondisi umum yang menyebabkan gejala seperti hidung tersumbat, tekanan wajah, dan hidung lebih tebal.

Kondisi ini dianggap kronis jika berlangsung 12 minggu atau lebih. Sinusitis dianggap remeh oleh kebanyakan orang, sementara alasan utama sinusitis adalah serangan bakteri atau virus. Penyebab lainnya adalah polusi, penyumbatan saluran udara karena masalah polip, kebiasaan buruk seperti merokok, alergi, serta kekebalan tubuh yang lemah. Sebaiknya sinusitis tidak lagi dianggap sepele karena mampu mengembangkan kanker kepala dan leher pada orang dewasa di atas usia 65 tahun.

Termasuk, kanker nasofaring (kanker daerah di bagian atas tenggorokan di belakang hidung), kanker oropharyngeal yang berhubungan dengan human papillomavirus (daerah di tengah-tengah tenggorokan di belakang mulut), rongga hidung dan kanker rongga sinus paranasal (rongga hidung bagian belakang hidung di mana udara melewati tenggorokan). “Sangat penting untuk menyadari bahwa kanker ini memang jarang terjadi sehingga risiko terjadinya banyak diremehkan,” kata peneliti senior epidemiologi kanker dan genetika di National Cancer Institute di Bethesda, Maryland, Dr Eric Engels, dilansir Foxnews.com . Risiko kanker kepala dan leher pada penderita sinusitis 37% lebih tinggi pada orang dewasa yang lebih tua dibandingkan orang tanpa sinusitis.

Temuan juga menunjukkan bahwa peningkatan risiko dapat terlihat dalam tahun pertama setelah seseorang didiagnosis menderita sinusitis kronis. Di luar periode satu tahun ini, hubungan antara sinusitis kronis dan kanker melemah. Artinya, peradangan kronis bisa memberikan informasi perkembangan kanker. “Temuan dapat menjelaskan bahwa peradangan kronis berperan dan dapat bermain dalam perkembangan kanker. Peradangan kronis adalah cara tubuh merespons infeksi tertentu atau bereaksi terhadap iritasi kronis, seperti asap tembakau. Seiring waktu, peradangan ini juga dapat merusak sel-sel sehat yang dapat mempromosikan perkembangan kanker. Tetapi, beberapa orang dengan sinusitis kronis mungkin memiliki kekurangan kekebalan tubuh ringan yang dapat menyebabkan predisposisi pada beberapa jenis kanker,” beber dr Eric.

Sinusitis terkait peradangan dan/atau respons kekebalan yang lemah dapat memainkan peran paling kecil dalam pengembangan kanker kepala dan leher tertentu. Tidak jelas bagaimana peradangan atau kekebalan yang lemah dapat menyebabkan kanker ini. Menurut dr Eric, ada juga beberapa alasan lain mengapa peningkatan risiko kanker kepala dan leher tampak meningkat pada tahun pertama setelah diagnosis sinusitis kronis.

“Pada orang-orang dalam studi yang telah terbukti adanya pengembangan kanker ini, mungkin kanker tersebut sudah ada dalam dirinya untuk waktu yang lama. Bisa juga memang benar bahwa kanker tersebut dipicu perkembangan sinusitis atau ada kemungkinan bahwa dokter telah salah mendiagnosis pasien dengan sinusitis ketika gejala itu benar-benar disebabkan kanker kepala dan leher,” paparnya. Dalam studi tersebut, para peneliti melihat sekitar 484.000 penerima manfaat Medicare di AS menerima perawatan medis antara 2004 dan 2011.

Studi tersebut menemukan bahwa sekitar 19.000 orang dewasa yang lebih tua didiagnosis menderita sinusitis kronis. Di antara individu ini, 783 orang ditemukan juga memiliki kanker kepala dan leher. Faktor risiko yang paling penting untuk kanker kepala dan leher adalah merokok, mengonsumsi alkohol berat, dan infeksi sebelumnya dengan human papillomavirus (HPV).

Iman firmansyah