Edisi 12-10-2017
Alternatif dari Listrik


SAAT perusahaan mobil sibuk mengembangkan mobil listrik, Mercedes-Benz diam-diam ternyata mencoba alternatif lain, yakni hidrogen.

Pengembangan itu mereka tampilkan di ajang Frankfurt Motor Show 2017 pertengahan September lalu. Model ini bukan hanya hadir sebagai produk konsep, lebih dari itu, ini merupakan model praproduksi karena mobil ini memang mirip dengan Mercedes-Benz GLC yang beredar saat ini di Indonesia. Akan tetapi, desain gri l l di model ini diberi siluet berwarna biru. Begitu pula dengan pelek. Emblem F-Cell di buritan mempertegas jika GLC ini adalah mobil fuel cell yang berbahan bakar gas hidrogen.

Uniknya GLC FCell ini tak sepenuhnya bergantung pada hidrogen untuk menghasilkan listrik yang menggerakkan motor dari poros roda belakang. Namun juga mampu di-charge langsung dari soket listrik rumahan layaknya plug-in hybrid . Kondisi ini membuat daya jelajahnya bertambah jauh. Pada mode berkendara hybrid, dengan mengonsumsi hidrogen, mobil ini mampu melaju sejauh 437 km hingga persediaan hidrogen habis.

Adapun baterai listriknya mampu menjelajah sejauh 49 km. Mercedes-Benz mengklaim tenaga maksimal motor elektrik GLC F-Cell mencapai 200 dk dengan torsi 350 Nm.

(wahyu sibarani)