Edisi 12-10-2017
Polda Terus Dalami Sindikat Pemalsu Dokumen


MANADO – Terungkapnya sindikat pemalsuan dokumen kependudukan (KTP, SIM, SKCK, STNK) di Kota Manado, terus diselidiki secara mendalam oleh Polda Sulut dan jajaran.

“Kami terus menelusuri siapa saja, baik instansi maupun perorangan yang terlibat serta memesan dokumen-dokumen tersebut,” kata Kapolda Sulut Irjen Pol Bambang Waskito melalui Kabid Humas Kombes Pol Ibrahim Tompo di Mapolda Sulut, Rabu (11/10).

Disinyalir, para pemesan menggunakan dokumen-dokumen palsu tersebut untuk berbagai keperluan. Seperti melamar pekerjaan, pengurusan kredit, asuransi, pajak, dan lain-lain. Penggunaan dokumen palsu, lanjut Kabid Humas, bisa menimbulkan kasus baru.

“Misalnya ada yang memesan akta cerai. Tujuannya pasti untuk menikah lagi. Nah, kalau ketahuan, hal ini kan otomatis menimbulkan tindak pidana baru,” ujarnya. Dampak penggunaan dokumen- dokumen palsu, tambah Kabid Humas, tentu sangat merugikan banyak pihak.

Untuk itu, Polda Sulut dan jajaran tidak main-main dengan kasus tersebut. “Akan kami usut sampai ke akar-akarnya. Siapa pun yang terbukti terlibat, pasti kami tindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku,” tandasnya.

Sebelumnya, Wakapolda Sulut Brigjen Pol Johni Asadoma mengatakan, ada enam pelaku sudah menjadi tersangka. Salah satunya berstatus sebagai pegawai negeri sipil (PNS) yang berperan menyuplai blangko E-KTP.

cahya sumirat