Edisi 12-10-2017
Publik Sesalkan Pembelian Motor Trail Rp600 Juta


SIMALUNGUN – Pembelian delapan unit sepeda motor jenis trail senilai Rp600 juta yang dananya baru dialokasikan di Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (PAPBD) 2017 oleh Dinas Bina Marga Pemkab Simalungun disoroti publik.

Publik menilai, hal tersebut hanya menghamburkan uang rakyat dan tidak menjadi skala prioritas atau mendesak. Sekretaris Lembaga Koordinasi Pemberantasan Korupsi dan Penyelamat Aset Negara Republik Indonesia (Lembaga KPK-PANRI) Kabupaten Simalungun Jan Verry Saragih mengatakan, pembelian sepeda motor trail dengan harga satu unit Rp75 juta tidak mencerminkan efisiensi anggaran pembangunan daerah, sedangkan anggaran pembangunan daerah terbatas setiap tahunnya.

“Ini akan melukai hati rakyat karena masih banyak kebutuhan pembangunan yang diinginkan masyarakat daerah ini (Simalungun),” sebut Jan. Jan berharap pemerintah daerah membatalkan pembelian sepeda motor trail tersebut dan mengalihkan anggarannya untuk kepentingan pembangunan daerah yang mendesak dan menjadi skala prioritas.

Kepala Dinas Bina Marga Pemkab Simalungun Benny Saragih yang dikonfirmasi mengakui, pembelian delapan unit sepeda motor trail akan digunakan untuk pengawasan proyek di lapangan.

“Memang benar ada pembelian sepeda motor trail dengan harga Rp75 juta per unit untuk pengawasan proyek di lapangan karena ada sejumlah proyek pembangunan yang lokasinya sulit dijangkau sehingga membutuhkan kendaraan khusus, seperti sepeda motor trail,” ujar Benny.

Ditanya mengapa sepeda motor trail yang dibeli harus harga yang mahal, Benny beralasan, sepeda motor yang harganya di bawah Rp75 juta tidak akan mampu menjangkau medan yang sulit karena banyak proyek pembangunan yang berada di daerah terpencil.

ricky hutapea