Edisi 12-10-2017
Ratusan Guru Terutang ke Pemerintah


PALEMBANG – Ratusan guru di Kota Palembang harus mengembalikan sebagian tunjangan profesi guru (TPG) 2016.

Kewajiban ini karena mereka tetap menerima tunjangan saat cuti dan izin. Hal ini terungkap dalam pertemuan di Aula Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kota Palembang kemarin.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Palembang Ahmad Zulinto mengatakan, penemuan masalah kelebihan bayar TPG tersebut berdasarkan tindak lanjut Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Sumsel. “Berdasarkan hasil itu ada kelebihan,” ujarnya, Rabu (11/10).

Disebutkan ada sebanyak 157 guru dari tingkat SD hingga SMA/SMK se-Kota Palembang yang harus mengembalikan uang TPG kepada pemerintah. Dari laporan tersebut, ungkap Zulinto, ditemukan 81 guru SD, 40 guru SMP, 21 guru SMA, dan 15 guru SMK.

“Mereka saat itu melakukan cuti, karena melahirkan, pergi, dan lain sebagainya,” sebutnya. Mengacu pada Peraturan Pemerintah No 74/ 2008, bahwa kerja mereka harus 24 jam sehingga saat cuti, TPG dipotong atau tidak dibayar.

Adanya penemuaninimenjadikan DisdikKota Palembang mengumpulkan para guru yang bersangkutan untuk diberikan arahan mengenai penemuan. “Secara sukarela harus dikembalikan agar tidak berurusan dengan hukum,” ucapnya.

Sementara itu, salah satu guru SD mengaku sempat kaget terkait pemberitahuan laporan terkait TGP tersebut. Selain itu, harus membayar atau mengembalikan. “Saya pernah melakukannya, tapi tidak tahu jika TPG 2016 kelebihan. Tetap akan dikembalikan,” ucapnya sambil meminta namanya tidak ditulis.

berli zulkanedi