Edisi 12-10-2017
Uang Palsu Banyak Beredar di Sumedang


BANDUNG – Bank Indonesia (BI) mencatat Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, sebagai daerah tertinggi peredaran uang palsu. Hal itu didasarkan pada banyaknya temuan hingga September 2017.

Kepala Bank Indonesia Jawa Barat Wiwiek Sisto Widayat mengatakan, hingga September 2017, BI mencatat peredaran uang palsu di Jawa Barat sebanyak 14.627 lembar.

Kendati dari sisi jumlah cenderung turun dibandingkan 2016 yang mencapai 32.000 lembar, tapi jumlah tersebut masih banyak. “Sebaran uang palsu sampai September 2017 terbanyak 397 lembar. Itu ada di Sumedang.

Tetapi, itu belum termasuk kasus warga Sumedang yang membeli ponsel Rp1,9 juta menggunakan uang palsu,” kata Wiwiek di Bandung, Rabu (11/10). Ketika ditanya kenapa peredaran uang palsu di Sumedang tinggi, dia mengaku belum mengetahui penyebab secara pasti.

Karena untuk mendeteksi penyebabnya, ada penegak hukum yang lebih tahu. Selain Sumedang, daerah yang banyak ditemukan uang palsu adalah Tasikmalaya 53 lembar dan Sukabumi 27 lembar. Selain tiga daerah itu, beberapa kota dan kabupaten lain juga ditemukan beberapa lembar uang yang diduga palsu.

Menurut Wiwiek, temuan uang palsu mayoritas dalam bentuk pecahan besar, yaitu 100.000, 50.000, dan 20.000. Namun, sebagian besar temuan BI, uang palsu pecahan 50.000 paling banyak ditemukan.

Sebelumnya Polsek Cimalaka Sumedang berhasil mengamankan uang palsu 22 lembar pecahan 100.000, 22 lembar pecahan 50.000, dan 33 lembar pecahan 50.000 yang belum dipotong dari tersangka DS dan ND. Penemuan itu setelah pelaku membeli ponsel menggunakan uang palsu.

arif budianto