Edisi 12-10-2017
Limbah Tambang Emas Resahkan Warga


KOTABUNAN – Aktivitas tambang emas milik PT Arafura Surya Alam (ASA) kembali dipersoalkan masyarakat Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara (Sulut).

Selain masalah tenaga kerja, warga lingkar tambang juga resah dengan pengolahan limbah buangan tambang. “Warga sudah beberapa kali melaporkan masalah ini ke intansi teknis dan DPRD.

Sampai sekarang tidak ada sikap tegas pemerintah,” ujar Muhammad Jabir, mewakili aliansi warga lingkar tambang Desa Kotabunan dan Bulawan, Rabu (11/10). Ketidakjelasan izin operasi anak perusahaan PT J Resources ini kerap dipersoalkan warga.

“Info yang kami tahu PT ASA masih mengantongi izin eksplorasi. Justru sangat bertolakbelakang dengan kegiatan eksploitasi mereka di lapangan,” sebutnya. Menindaklanjuti laporan warga lingkar tambang, Komisi III DPRD Boltim Reevy Lengkong mengatakan, sudah meninjau lokasi tambang tersebut.

“Kami langsung turun lapangan, usai rapat dengar pendapat dengan perwakilan warga lingkar tambang. Tindak lanjutnya, 23 Oktober Dewan segera mempertemukan instansi teknis, pihak perusahaan dengan warga,” ucap Lengkong.

Sekretaris Daerah Boltim, Muhammad Assagaf menjelaskan, PT ASA sudah mengantongi izin usaha produksi (IUP) sejak 2013 lalu. “Dari luas lahan sesuai izin mencapai 4.000 hektare. Tapi, hanya 300 hektare yang akan dikelola,” ungkapnya.

Namun begitu, Assagaf menilai jika aktivitas pengeboran disejumlah titik hanya memastikan defisit produksi. “Kalau di permukaan sudah tidak mungkin, sebab dikelola masyarakat. Wajib mereka sosialisasi, inventarisasi tanah, tanaman, bangunan hingga lubang milik warga.

Berikut negosiasi serta pembayaran ganti rugi,” katanya. Assagaf mengingatkan, agar perusahaan tidak gegabah melakukan aktivitas produksi sebelum memerhatikan pengolahan limbah tambang.

“Konsekuensi tambang adalah buangan limbah. Lokasi mereka adalah kawasan tambang rakyat. Tentu, kadar limbah seperti merkuri dan sianida cukup tinggi di lokasi itu,” pungkasnya. Hingga berita ini diturunkan, juru bicara PT ASA Reggy Pontoh, belum berhasil dihubungi lewat telepon selulernya.

iskandar zulkarnain ahmad