Edisi 13-10-2017
KPK Telusuri Peran Manajemen Dua Perusahaan


JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih terus mengembangkan kasus dugaan suap Wali Kota Cilegon, Banten, Tubagus Iman Ariyadi.

Salah satunya menelusuri peran manajemen dan direksi PT Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC) dan PT Brantas Abipraya (persero). Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, kasus dugaan suap pengurusan izin amdal pembangunan mal Tansmart pada Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (BPTPM) 2017 yang dilakukan para pejabat PT KIEC dan PT Brantas Abipraya (persero) sebenarnya menjadi peringatan bagi setiap pengusaha.

Penanganan penyidikan perkara ini terus dilakukan pengembangan. Lebih khusus pada adanya dugaan pidana kesepakatan serta keputusan manajemen dan direksi PT KIEC dan PT Brantas Abipraya (persero) dalam penyediaan dan pengucuran uang suap.

“Kita mendalami bagaimana proses pengalokasian sejumlah uang yang diperuntukkan terhadap tersangka seolah sebagai CSR (corporate social responsibility ).

Proses internal dua perusahaan kita lihat dan kita dalami dalam pemeriksaan saksi-saksi,” kata Febri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, tadi malam. Dalam kasus dugaan suap ini, KPK sudah menetapkan dan menahan enam tersangka.

Mereka adalah Wali Kota Cilegon Tubagus Iman Ariyadi bersama Kepala Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (BPTPM) Kota Cilegon Ahmad Dita Prawira serta Hendry (swasta) sebagai tersangka penerima suap Rp1,5 miliar (komitmen fee Rp2,5 miliar).

Kemudian tiga orang lainnya sebagai tersangka pemberi suap, yakni Direktur Utama PT KIEC Tubagus Donny Sugihmukti, Legal Manager PT KIEC Eka Wandoro, dan Project Manager PT Brantas Abipraya Bayu Dwinanto Utomo.

Febri mengatakan, untuk kepentingan pendalaman keputusan manajemen dan direksi PT KIEC dan PT Brantas Abipraya (persero) serta pengalokasian uang yang diduga suap, maka selama kurun dua hari ini sejumlah saksi dari dua perusahaan tersebut diperiksa KPK untuk tersangka Tubagus Donny Sugihmukti.

Pada Rabu (11/10) sudah diperiksa Manajer Pengawasan PT KIEC Sugeng Rahardjo, Manajer Service and Procurement PT KIEC Handi Harivan, Manajer Business and Land Development PT KIEC M Hasyim, kasirPTBrantasaAbipraya (persero) Poniran, danHealthSafety Environment (SHE) Officer PT KIEC Rizal Amir. Kemarin ada lima saksi.

Mereka, yakni Manajer Akuntansi PT KIEC Hendri Rustandi, General Manajer PT KIEC Siti Nafisa, Manajer PT Brantas Abipraya (persero) Aufun M Saleh, pejabat Keuangan Divisi I PT Brantas Abipraya (persero) Bambang Setyawan, dan Direktur Keuangan dan SDM PT Brantas Abipraya (persero) Suradi.

Sebelumnya Wali Kota Cilegon (kini nonaktif) Tubagus Iman Ariyadi mengatakan, memang ada uang yang masuk ke rekening klub sepak bola Cilegon United dari PT KIEC dan PT Brantas Abipraya (persero). Uang tersebut memang sebagai CSR.

Hanya Iman mengklaim tidak pernah menerima apapun terkait pengurusan izin amdal mal Transmart. “Kami tidak menerima apapun berkaitan soal uang dan gratifikasi,” kata Iman sesaat sebelum menuju rutan pada Minggu (24/9) lalu.

sabir laluhu