Edisi 13-10-2017
Letusan Gunung Sinabung Semburkan Abu Vulkanik 2 Km


MEDAN – Letusan Gunung Sinabung terus saja terjadi. Pos Pengamatan Gunung Sinabung Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan telah kembali terjadi letusan atau erupsi pada pukul 02.45 dengan tinggi kolom abu vulkanik mencapai 2.000 meter.

Letusan diikuti guguran awan panas dengan jarak luncur 1.500 meter kearah selatan dan 2.000 meter kearah timur-tenggara. Gempa erupsi terjadi selama 366 detik.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan bahwa sehari sebelumnya, Rabu (11/10), juga terjadi letusan pada pukul 10.51 dengan tinggi kolom abu vulkanik 1.500 meter.

Adapun gempa erupsi terjadi selama 333 detik. ‘’Hujan abu terjadi dibeberapa desa di sekitar Gunung Sinabung,’’ ujarnya. Sutopo menambahkan, erupsi Gunung Sinabung kemarin tidak menimbulkan korban jiwa serta penambahan jumlah pengungsi.

Hal itu karena warga sekitar sudah terbiasa melihat letusan Gunung Sinabung. Sejak status Gunung Sinabung ditetapkan menjadi awas pada 2 Juni 2015, hampir setiap hari ter jadi letusan. ‘’Desa-desa yang masuk dalam zona merah memang kosong.

Ribuan jiwa masyarakat sudah mengungsi. Bahkan sebagian sudah direlokasi ketempat yang lebih aman. Sebagian lagi menunggu relokasi,’’ ka ta nya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo, Martin Sitepu mengatakan, Gunung Sinabung memang masih terus meletus, paling tidak dalam sehari dua hingga tiga kali.

Dijelaskan Martin, letusan Gunung Sinabung dini hari kemarin memang cukup tinggi, yakni 2 km, begitu juga pada Kamis (12/10) pagi dan siang hari juga terjadi letusan.

“Kalau kita lihat aktivitas Gunung Sinabung ini masih tinggi. Makanya kita imbau masyarakat pengunjung agar tidak berada di zona merah sesuai dengan instruksi PVMBG,” urai Martin.

lia anggia nasution