Edisi 13-10-2017
Perindo Siap Jadi Peserta Pemilu


JAKARTA – Partai Persatuan Indonesia (Perindo) sudah mendaftarkan diri sebagai partai peserta Pemilu 2019.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) pun menyatakan Partai Perindo menjadi partai pertama yang datanya telah lengkap dan diterima sebagai partai politik yang mendaftarkan diri menjadi peserta Pemilu 2019.

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Perindo Muhamad Sopian mengatakan, hal itu membuktikan Partai Perindo sejak awal serius mempersiapkan diri. “Jauh hari sebelum pendaftaran dibuka, kita sudah siap. Kita taat pada apa aturan main yang ada.

Jadi, ketika KPU sosialisasi soal Sipol misalnya, kita sudah siap mengikutinya,” kata Sopian di Jakarta, kemarin. Sopian mengatakan, sebagai partai baru, Perindo sudah bekerja keras bahkan tiga bulan sebelum pendaftaran dibuka.

Dalam memenuhi persyaratan sebagai peserta pemilu, Perindo memakai rumus serba 100% kepengurusan, baik tingkat provinsi, kabupaten/kota, maupun kecamatan.

“Dengan demikian, walaupun syaratnya 100% provinsi, 75% kabupaten/kota, dan 50% kecamatan, kita tetap siapkan 100% semua,” ungkapnya.

Kemudian untuk Kartu Tanda Anggota (KTA) dilipatkan menjadi dua kali lipat dari syarat. Misalnya, syaratnya adalah 300 KTA, maka disiapkan 900 KTA. Ketika KTA siap dan kepengurusan siap, lanjut Sopian, maka soal aturan sipol tidak kewalahan.

Perindo hanya butuh waktu satu pekan untuk bisa input data dan terbukti bisa. “Ini sematamata karena kita memang sudah siap dan tim kita sangat siap bekerja keras, baik di DPC, DPD, DPW, dan DPP. Bahkan kantor kita hidup terus selama 24 jam nonstop.

Tidur makan ya di kantor,” ujarnya. Seperti diketahui, KPU telah membuka pendaftaran partai politik calon peserta Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 2019. Masa pendaftaran tersebut dibuka mulai dari Selasa (2/10) sampai dengan Senin (16/10).

Semua parpol yang berniat menjadi peserta Pemilu 2019 wajib mendaftar ke KPU sebagaimana diatur dalam PKPU No. 7/2017. Pendaftaran dilakukan dalam empat tahap, yakni tahap pendaftaran, penelitian administrasi, verifikasi, dan penetapan peserta Pemilu 2019.

Sebagaimana diatur dalam PKPU No. 7/2017, dalam pendaftaran parpol, pimpinan parpol wajib menyampaikan surat pendaftaran beserta syarat-syarat yang sudah ditentukan kepada KPU.

Parpol juga wajib menyerahkan kelengkapan dokumen antara lain, daftar nama anggota, fotokopi KTP anggota, kartu tanda anggota, serta surat keterangan anggota parpol.

Sebelum melakukan semua tahapan pendaftaran, parpol wajib mengunggah dokumen syarat pendaftaran ke sistem informasi yang telah disediakan KPU, yaitu Sistem Informasi Partai Politik (Sipol). Sipol sudah bisa diakses sejak Jumat (22/9).

Pengisian Sipol dibatasi hingga sebelum Selasa (3/10). Setelah itu, parpol perlu mencetak dokumen menggunakan fitur yang telah tersedia di Sipol guna mencegah perbedaan dokumen antara yang ada di Sipol dan hardcopy .

Hingga saat ini partai yang sudah mendaftar, yakni Partai Perindo, PDIP, PSI, dan Partai Hanura. Oleh KPU hanya Partai Perindo yang dinyatakan memenuhi syarat pendaftaran.

Sekjen DPP Partai Perindo Ahmad Rofiq mengatakan, keberhasilan Perindo untuk memenuhi syarat pendaftaran di KPU merupakan bentuk nyata dari konsistensi usaha keras terus menerus dilakukan.

Antara pembentukan pengurus, penyusunan, pengisian struktur, serta keanggotaan Partai Perindo adalah satu paket yang dilakukan Perindo. Karena itu, syarat verifikasi bisa terpenuhi karena mulai dari hal terkecil sampai paling besar selalu diperhatikan secara mendetail.

“Maka kita selalu siap dalam segala kondisi,” ujarnya. Rofiq mengakui, waktu yang dibuka dalam pendaftaran parpol di KPU hanya dua pekan. Namun, itu bukan soal karena Perindo siap dalam situasi apapun.

Dia menilai banyak partai lain yang bisa mengalami kepanikan jika tidak jauh-jauh hari melakukan persiapan, termasuk dalam pendataan. “Dalam hal ini untuk Sipol misalnya, saya mempercayai dan meyakini bahwa Sipol ini mempermudah parpol dalam melakukan pendataan diri dan mengelola partai secara modern,” ujarnya.

Terkait tahapan verifikasi di KPU, Rofiq menegaskan, Partai Perindo sangat siap secara administrasi maupun faktual karena dua-duanya adalah satu paket dan Perindo setiap saat melakukan verifikasi internal.

“Partai Perindo sudah lama melakukan pembinaan kader dengan militansi dan loyalitas yang kuat. Akan sangat kecil kemungkinan adanya boikot ataupun potensi untuk dikerjai pihak lain. Saya yakin saudarasaudara kita partai lainnya samasama menghormati rumah tangga masing-masing,” ujarnya.

Selain tahap verifikasi administrasi dan faktual sebagai peserta Pemilu 2019, Rofiq mengatakan, Perindo melakukan konsolidasi dan konsentrasi mencari bibit-bibit caleg, yakni dari anak-anak bangsa terbaik di level masing-masing.

Ketua KPU Arief Budiman mengatakan, Partai Perindo telah memenuhi syarat diterima sebagai pendaftar peserta Pemilu 2019. Menurut Arief, Partai Perindo telah lolos dalam syarat batas minimal.

Batas tersebut dijelaskan Arief, yakni 75% keanggotaan tingkat kabupaten dan kota serta 50% tingkat kecamatan. “Jadi kebutuhan minimal terhadap 100%, 75%, dan 50% itu terpenuhi.

Bahkan lebih dari itu yang disampaikan ke kita,” kata Arief. Arief menambahkan, syarat verifikasi bagi parpol di antaranya memiliki kepengurusan di tingkat DPP.

Selain itu, alamat kantor sebuah partai pun harus jelas dan ada. Bila syarat terpenuhi, maka pendaftaran akan diterima dan dilanjutkan pada tahap verifikasi administrasi. “Syarat-syaratnya kan harus punya kepengurusan di tingkat DPP, di tingkat pusat. Ada pengurus, ada alamat kantor, dan kantor harus tetap selama masa tahapan,” ujarnya.

rahmat sahid