Edisi 13-10-2017
RI-Laos Sepakat Tingkatkan Peran


ASEAN BOGOR– Indonesia dan Laos sepakat meningkatkan peran ASEAN. Peran itu diharapkan meluas tidak hanya mencakup level regional, tetapi juga internasional.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Republik Demokratik Rakyat Laos akan terus berkomitmen untuk terus mempersatukan ASEAN agar terus relevan bagi para anggotanya.

”Tahun ini juga merupakan tahun yang istimewa karena perayaan 50 tahun ASEAN. Sebagai anggota ASEAN, kami sepakat bahwa kesatuan dan sentralitas ASEAN sangat penting agar ASEAN senantiasa relevan bagi anggota dan masyarakat serta dapat lebih berkontribusi bagi dunia,” kata Presiden seusai bertemu dengan PM Laos Thongloun Sisoulith di Istana Kepresidenan Bogor kemarin.

Selain membahas isu ASEAN dan kawasan, kedua pemimpin negara ini juga berdiskusi mengenai nasib pengungsi Rohingya. Indonesia dan Laos pun bersepakat untuk membantu mengatasi permasalahan konflik kemanusiaan yang menimpa etnik Rohingya di Rakhine State, Myanmar.

”Dalam pertemuan tadi kami telah membahas isu ASEAN dan kawasan. Kami telah sepakat membantu penyelesaian permasalahan di Rakhine State, Myanmar,” kata Presiden. Jokowi yakin pertemuan ini akan mempererat hubungan kedua negara.

Presiden juga mengaku senang dengan kunjungan Thongloun Sisoulith ke Indonesia. Menurutnya, kunjungan ini menjadi bukti atas kerja sama kedua negara yang sudah terjalin.

”Tahun 2017 hubungan Indonesia-Laos kita peringati, 60 tahun hubungan bilateral,” ujarnya Lebih lanjut Jokowi mengapresiasi kegiatan kerja sama yang sudah diselenggarakan baik di Loas maupun di Indonesia.

Menurutnya, dalam kurun waktu 60 tahun, hubungan Indonesia dan Laos menjunjung prinsip saling percaya dan menghormati. Dalam pertemuan bilateral, kedua negara juga telah menyepakati tiga nota kesepahaman, yaitu MoU di bidang pendidikan, bidang pendidikan tinggi, dan terakhir kerja sama bidang pengawasan terhadap peredaran narkotika dan obatobatan terlarang.

Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo menerima kunjungan kenegaraan PM Laos Thongloun Sisoulith dan istrinya, Naly Sisoulith, di Istana Kepresidenan Bogor sekitar pukul 10.15 WIB.

Ratusan pelajar berbaju adat menyambut kedatangan tamu negara ini. Pertemuan dilanjutkan dengan sesi foto bersama, veranda talk, pertemuan bilateral, penandatanganan nota kesepahaman, pernyataan pers bersama, dan jamuan makan siang resmi.

Sementara itu PM Laos menyatakan komitmennya terhadap peningkatan peran ASEAN di level regional dan internasional. Perdana Menteri juga meyakini kedua negara akan terus meningkatkan kerja sama di bidang keamanan, perdagangan, perekonomian, dan investasi lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, PM Laos juga menyampaikan terima kasihnya atas dukungan yang telah diberikan Indonesia dalam pembangunan sumber daya manusia negaranya dan atas dukungan kepemimpinan Laos di ASEAN pada 2016 lalu.

”Atas nama pemerintah dan rakyat Laos, saya menyampaikan terima kasih yang sangat tulus kepada pemerintah dan rakyat Indonesia atas dukungannya di berbagai bidang kepada kami yang telah berkontribusi pada peningkatan sosial ekonomi di Laos, termasuk pembangunan SDM. Juga dukungan Indonesia pada keketuaan Laos di ASEAN pada 2016 lalu, ucapnya.

Resmikan Tol Palindra

Setelah menerima kunjungan Pemerintah Demokratik Rakyat Laos, Presiden Jokowi langsung bertolak ke Palembang, Sumatera Selatan, dan meresmikan tol Palembang– Indralaya (Palindra) seksi I ruas Palembang–Pemulutan sepanjang 7,7 km tadi malam.

Turut mendampingi Presiden adalah Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono. Jalan tol Palindra yang nantinya memiliki panjang 21,93 km merupakan tol pertama di Sumsel.

”Jangan dipungut dulu (tarif), nanti disambung dengan seksi satu dan dua,” ujarnya di Palembang kemarin. Presiden kagum karena konstruksi proyek tersebut cukup berat lantaran berada di kawasan rawa dan gambut sehingga diperlukan teknologi khusus.

”Medannya rawa-rawa konstruksi khusus, airnya harus dikuras,” ungkap Presiden Jokowi. Proyek tol Palindra menjadi salah satu prioritas pembangunan infrastruktur. Palindra merupakan bagian dari tol Trans-Sumatera.

Untuk itu, dia telah berulang kali ke Palembang untuk mengecek progres pengerjaannya dan memberikan semangat dan motivasi.”Didatangi cepat selesai, kalau tidak kadang lambat,” tandasnya.

Jalan tol Palembang–Indralaya seksi I itu titik nolnya berada di Desa Pegayut-Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir sepanjang 7,5 kilometer. Pimpinan Proyek Tol Palindra Hasan Turcahyo mengatakan, tol Palembang– Indralaya seksi I beserta fasilitasnya sudah siap digunakan.

”Semua fasilitas sudah siap. Di gerbang tol seksi I misalnya, fasilitas seperti tol operator, palang pintu, lampu penerangan, CCTV, dan customer display payment yang telah dilengkapi air conditioning(AC),” jelasnya.

Tol Palindra terdiri atas tiga seksi, yakni seksi I ruas Palembang– Pemulutan, seksi II Pemulutan– Kota Terpadu Mandiri (KTM), dan seksi III KTM– Simpang Indralaya. Pembangunannya dimulai sejak 2015 oleh PT Hutama Karya dengan nilai kontrak Rp2,63 triliun.

Jalan tol Palindra merupakan bagian dari tol Trans-Sumatera dari Lampung hingga Aceh yang berada di sisi timur Pulau Sumatera sepanjang 2.800 km.

neneng zubaidah/ berli zulkanedi/ sindonews