Edisi 13-10-2017
Sejarah, Penting Ga Sih?


“Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah, jangan sekali-kali melupakan sejarah.” Ir Soekarno Kalimat tersebut merupakan salah satu inti pesan yang disampaikan oleh Bung Karno pada pidatonya ketika berada di depan MPRS, 17 Agustus 1966.

Pidato tersebut kemudian di - kenal sebagai pidato Jasmerah. Pidato Jasmerah merupakan pidato resmi terakhir Bung Karno sebagai presiden me - nyusul pengambilalihan ke - kuasa an oleh Jenderal Soeharto setelah Surat Perintah 11 Maret 1966(Supersemar) terbit. Se telah itu, Bung Karno tidak per nah lagi menyampaikan pidato sebagai presiden (KORAN SINDO, Juli 2015). Berbicara tentang sejarah, saya teringat pada materi yang disampaikan oleh salah seorang narasumber tentang “Gerakan Pemuda Islam dalam Catatan Sejarah Indonesia”, pada ke giat - an dialog tokoh yang saya ikuti beberapa waktu lalu.

Dialog tokoh merupakan salah satu agenda yang diadakan untuk peserta Rumah Kepemimpinan, termasuk untuk Regional 1 Jakarta. Saat itu saya benarbenar tertegun, ternyata banyak sekali sejarah bangsa ini yang tidak saya ketahui. Dalam kegiatan tersebut saya mengetahui bahwa pe muda sangat besar peranannya dalam proses mencapai kemerdekaan Indonesia. Salah satunya pen - dirian organisasi Budi Utomo yang diinisiasi oleh para pemuda pada zaman itu.

Tokoh-tokoh tersebut antara lain Sutomo, Gunawan Mangunkusumo, Cipto Mangunkusumo, dan Ario Tirtokusumo. Budi Utomo pada saat itu menjadi wadah dengan berbagai warna, menjadi wadah bagi ma - syarakat Indonesia yang ber - beda agama, kepercayaan, suku dalam satu tujuan memajukan Indonesia. Tujuan utama Budi Utomo ini menciptakan ke - maju an yang selaras untuk ne - gara dan bangsa, terutama de - ngan memajukan pengajaran, pertanian, peternakan, per - dagangan, teknik dan industri, ilmu pengetahuan, dan seni budaya bangsa Indonesia.

Namun, Budi Utomo meng - alami kemunduran ketika para pemuda mulai keluar dari organisasi tersebut, dan kaum tua mengambil alih pelaksanaan kegiatan yang dilakukan. Seperti sama-sama dike tahui, sejarah merupakan satu hal yang sangat penting bagi suatu bang - sa. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai seja - rah nya, tidak pernah melupa - kan sejarah bangsanya sendiri. Korea, misalnya, salah satu bangsa yang sangat menghargai sejarah. Mereka memper laku - kan sejarah dan peninggalanpeninggalan masa lalu dengan sangat istimewa.

Hal tersebut salah satunya dapat terlihat dari megah dan modernnya Museum Nasional Korea. Museum Na - sional Korea yang sangat megah tersebut mampu membuat pe - ngunjung museum merasakan kembali sejarah kuno Korea hingga abad pertengahan dan awal era modern. Di Indonesia, untuk bebe rapa daerah, sejarah pun masih tetap terjaga. Sayangnya, makin ke sini pemahaman yang di miliki oleh sebagian besar rak yat Indonesia tentang sejarah makin me - mudar. Penyebabnya mungkin saja kare na perkembangan tek - nologi yang terjadi di zaman ini.

Per kembangan tersebut mem - buat sebagian besar rakyat Indonesia menjadi nyaman dan lebih me mikirkan bagaimana ke depan nya, dan mulai mengu - rangi untuk melihat ke arah belakang. Saya sendiri merasa bahwa pemahaman saya mengenai se - jarah, terutama untuk Indo - nesia, masih sangat kurang. Masih ba nyak hal yang saya tidak ketahui dari negeri yang indah ini. Harapannya, semoga kelak sejarah bangsa Indonesia tetap terjaga, karena bangsa yang besar merupakan bangsa yang menjaga dan menghargai sejarahnya.

Zaki Vernando
Mahasiswa Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Indonesia

Berita Lainnya...