Edisi 13-10-2017
Budaya Indonesia Warnai Pertemuan IMF


JAKARTA – Ragam budaya Indo nesia mewarnai International Monetary FundWord Bank Group Annual Meetings (IMF-WBG AM) 2017 di Washington DC, Amerika Serikat, Rabu (11/ 10).

Pada stan Indonesia di Kan tor IMF, delegasi disuguhi ke le zatan Kopi Lin - tong dan To raja sembari dimanjakan de ngan alunan merdu gamelan Bali. Selain itu, pengunjung juga diperkenalkan kepada berbagai kerajinan tangan serta des ti - nasi wisata unggulan di Indo - nesia. Seluruhnya merupakan bagian dari Voyage to Indonesia. Voyage to Indonesia merupakan rangkaian kegiatan yang mem - promosikan kekayaan budaya, keindahan alam, maupun ke ta - hanan ekonomi Indonesia, me - nu ju pelaksanaan IMF-WBG An nual Meetings 2018 di Nusa Dua, Bali. “Dengan perkiraan kehadir - an 15.000 delegasi, IMF-WBG Annual Meetings tersebut me - rupakan pertemu an keuangan ter besar di dunia,” ujar Gu bernur Bank Indonesia (BI) Agus DW Martowardojo, dalam siar - an pers, kemarin.

Terpilihnya Indonesia se - bagai tuan rumah menjadi mo - mentum untuk menunjukkan kepada dunia internasional mengenai kondisi perekono - mian Indonesia (dan kawasan ASEAN) yang stabil dan men - jadi salah satu kekuatan eko - nomi global. Dalam sambutannya pada pertemuan bersama inves torinvestor di Amerika Serikat, Agus menyampaikan me - ngenai komitmen Bank Indo - nesia untuk menjaga stabilitas ma kro ekonomi dan sistem ke - uangan. Untuk itu, Bank Indo - nesia an tara lain telah me - laksanakan re formulasi ke - rangka ope ra sio nal kebijakan moneter.

“Melalui sinergi kebijakan antarlembaga fiskal dan mo - neter, Indonesia telah berhasil meraih peringkat investment grade dari tiga lembaga peme - ringkat internasional,” ujar dia. Di sisi lain, BI memprediksi te kanan kenaikan harga akan me ningkat hingga Desember 2017. Hal ini terindikasi dari Indeks Ekspektasi Harga (IEH) men datang sebesar 169,3, naik 3,8 poin dibandingkan bulan sebelumnya. Ekspektasi ter se - but didorong oleh perkiraan kon su men terhadap mening - katnya per mintaan barang dan jasa men jelang Natal dan Tahun Baru 2018.

“Secara regional, pe ning - katan terjadi di 12 kota de ngan indeks tertinggi terjadi di Manado dan Makasar,” kata Di - rek tur Eksekutif Depar te men Ko munikasi BI Agusman, di Jakarta, kemarin. Berdasarkan Survei Kon su - men Bank Indonesia, kon su - men memperkirakan tekanan kenaikan harga akan menurun pada Maret 2018 mendatang tercermin dari Indeks Eks pek - tasi Harga (IEH) mendatang sebesar 169,1. “Musim panen padi mulai Maret 2018 di pre - diksi akan mendorong ter ja - dinya pe nu runan harga beras,” ungkapnya.

Adapun pada bulan Sep - tember 2018, konsumen juga memperkirakan tekanan ke - naik an harga menurun dengan indeks penurunan terdalam ada di Pangkal Pinang dan Me - dan. Sementara itu, BI juga mencatat keyakinan konsumen pada September 2017 me ning - kat. Hal ini tercermin dari In - deks Keyakinan Konsumen (IKK) September 2017 sebesar 123,8, lebih tinggi dari 121,9 pada Agustus 2017.

Kunthi fahmar sandy