Edisi 13-10-2017
HM Sampoerna Kembangkan Kemitraan Petani Tembakau


TANGERANG - PT HM Sampoerna Tbk terus mengembangkan kemitraan dengan petani tembakau yang menjadi pemasok ke perusahaan rokok tersebut.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan daya saing industri rokok di Tanah Air semakin meningkat. Leaf Agronomy Manager PT HM Sampoerna Tbk Bakti Kurniawan mengatakan, dengan kemitraan tersebut pihaknya mendapatkan kepastian pasokan tembakau untuk proses produksi. Dia menambahkan, sejak kemitraan dijalankanpada 2009, para petani tembakau di beberapa daerah di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Barat, mampu memasok tembakau ke HM Sampoerna dengan kualitas terjaga.

“Awalnya kami punya 5.000 mitra petani pada 2009. Jumlahnya terus bertambah hingga saat ini mencapai 27.500 petani yang bermitra di tiga provinsi itu,” ujar Bakti di sela-sela diskusi di arena Pameran Trade Expo Indonesia 2017 di ICE BSD, Tangerang, Banten, kemarin. Pada kerja sama dengan petani tersebut, HM Sampoerna mengusung program Sistem Produksi Terpadu yang bertujuan meningkatkan kualitas dan kuantitas tembakau di Indonesia. Program tersebut kini telah meliputi lahan garapan seluas 24.500 hektare.

Sistem Produksi Terpadu ini telah diperkenalkan kepada sejumlah petani di Rembang, Lombok, Wonogiri, Malang, Jember, Blitar, dan Lumajang. Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian MusdhalifahMachmudmengatakan, pola kemitraan antara industri dan petani harus membuat kalangan petani menjadi lebih kuat dalam bidang tata kelola pertaniannya.

Selain itu, kemitraan juga diharapkan mendorong petani untuk mengetahui lebih banyak informasi untuk mendukung pertaniannya.

Yanto kusdiantono