Edisi 13-10-2017
Evaluasi Tim Mendesak


YOGYAKARTA- Asa tim bulu tangkis junior Indonesia mengukir prestasi di ajang BWF World Junior Championships 2017, pupus. Tim Merah Putih terhenti di babak perempat final setelah dikalahkan China dengan skor 1-3 di GOR Amongrogo Yogyakarta, kemarin.

Manajer Tim Bulu Tangkis Junior Indonesia Susy Susanti menyatakan hasil Kejuaraan Dunia Junior ini menjadi gambaran mengenai peta kekuatan bulu tangkis di masa depan. Dia menyebut hasil undian yang menempatkan anak asuhnya di pool bawah memang diisi tim dengan kekuatan yang sangat merata. “Ini hasil terbaik yang bisa diraih. Kami akan mengevaluasi permainan karena rata-rata bisa tampil bagus pada game pertama, namun selanjutnya kedodoran. Konsentrasi, stamina, dan fokus pemain harus ditingkatkan,” kata Susy, dilansir laman PBSI.

Di Kejuaraan Dunia Junior, Indonesia mengawali kiprah dengan gemilang setelah melibas Brasil dan Mongolia masing-masing dengan skor 5-0 di laga pertama babak penyisihan Grup H1. Menghadapi Spanyol di babak play-off , tim Merah Putih kembali menang dengan skor telak 3-0. Namun, Indonesia gagal melaju ke semifinal setelah pasangan Jauza Fadhila Sugiarto/Ribka Sugiarto, Adnan Maulana/Muhammad Shohibul Fikri, dan Gatjra Piliang Fiqihilahi Cupu ditaklukkan pemain China. Indonesia hanya mampu menyumbang poin lewat tunggal putri setelah Gregoria Mariska Tunjung yang mengalahkan Han Yue dengan skor 21-17 dan 21-17.

“Hari ini kami harus mengakui keunggulan tim China. Seperti yang sudah diprediksi, kans kami ada di tunggal putri, ganda putri, dan ganda campuran. Tapi, di susunan pemain mereka ada yang rangkap. Kami sedih karena dari awal berharap bisa lolos,” ucap Susy. Dengan mengandalkan tiga nomor tersebut, Susy mengatakan, Indonesia sebenarnya punya peluang untuk menang di ganda putra dan tunggal putra. Penampilan dua wakil ini cukup baik di game pertama, namun gagal mengamankan kemenangan di game selanjutnya.

“Pemain-pemain Indonesia pada saat game pertama mereka bisa menguasai keadaan. Tapi, di game kedua di saat mereka sudah menekan lawan, seharusnya terus seperti itu. Tapi, mereka justru berganti pola, malah mati sendiri. Hal itu yang menjadi catatan buat kami,” ungkap Susy. Penampilan setiap atlet yang diturunkan tak luput dari perhatian Susy. Dia mengatakan sudah membuat catatan khusus dari permainan para atlet tersebut. Susy juga berharap di nomor perorangan nanti, pebulu tangkis junior Indonesia bisa bermain lebih baik lagi.

“Stamina, konsentrasi, fokus, keyakinan, dan keberanian, saya rasa itu yang menjadi kendala kami di pertandingan beregu kali ini. Mudah-mudahan di perorangan nanti bisa menjadi masukan dan evaluasi agar lebih baik lagi,” tandas Susy. Kegagalan ini menambah daftar hasil minor yang diraih cabang bulu tangkis beregu Indonesia. Sebelumnya, pada level senior, tim Merah Putih juga gagal berbicara banyak pada Piala Sudirman di Cold Coast Australia, Mei lalu. Indonesia dikalahkan India dengan skor telak 1-4 dan menang 3-2 saat melawan Selandia Baru.

Abriandi



Berita Lainnya...