Edisi 13-10-2017
Kampanye Pariwisata Unik dari Islandia


MEREKAyang suka menyanyi bisa mencoba mengikuti tantangan unik ini. Islandia menantang orang asing untuk bernyanyi membawakan lagu berjudul The A-Ö of Iceland .

Ini bukan perkara mudah, karena lagu ini memuat kata-kata dan ungkapan dalam bahasa Islandia yang sangat sulit. Islandia, negara dengan pemandangan alam menakjubkan, memang menjadi tujuan wisata yang banyak diminati. Pekan ini dewan turisme negara tersebut meluncurkan sebuah kampanye video baru yang dijuluki The Hardest Karaoke Song in the World , yang menantang wisatawan untuk bisa memahami bahasa yang sangat sulit dipelajari. Dikutip The Guardian , lagu ini memuat 32 huruf alfabet Islandia yang mencakup kata-kata dan ungkapan umum dalam ba - ha sa tersebut.

Dinyanyikan komedian Is - lan dia Steindi Jr, lagu ini membantu me - nga jarkan perbedaan beberapa kata di Islandia. Sebelumnya Islandia juga membuat beberapa kampanye pariwisata yang berisi guyonan atau keanehan khas warga negara tersebut. Pada 2015, misalnya, diluncurkan kampanye mesin pencari manusia yang mengundang pengunjung untuk mengajukan pertanyaan kepada orang-orang asli Islandia tentang negara tersebut melalui media sosial (medsos).

Kampanye Ask Gudmunder ini dipandu tujuh warga setempat yang memiliki nama depan Gudmundur, salah satu nama paling umum di negara ini. Lalu, tahun lalu dewan turisme melun - curkan Iceland Academy yang terdiri dari serangkaian video yang menasihati tentang isu-isu terkini, seperti masalah pemandian air panas yang begitu terkenal di sana. Selain itu, maskapai penerbangan nasional juga melakukan promosi serupa. Tahun lalu Iceland Air meluncurkan skema “teman persinggahan”, yakni staf maskapai mengajak pengunjung berkeliling negara mereka selama sehari. Kampanye pariwisata tongue-in-cheek atau kampanye yang seolah-olah serius, padahal sebenarnya bercanda, tampaknya semakin populer di wilayah utara Eropa.

Tahun ini Kepulauan Faroe di Samudra Atlantik Utara juga meluncurkan Faroe Islands Translate, layanan terjemahan Google mereka sendiri. Pada tahun lalu kepulauan ini meluncurkan Sheep View 360, yakni lima ekor domba yang dilengkapi kamera untuk membuat versi Google Street View miliknya sendiri, yang belum memetakan jalan di pulau itu. Seperi tidak mau kalah, Kepulauan Lofoten di Norwegia juga memilih memasarkan dombanya demi pariwisata, yakni petualangan empat ekor domba (Frida, Erik, Kari, dan Lars) sebagai bagian dari kampanye #SheepWithAView.

Susi susanti)