Edisi 13-10-2017
Kematian akibat Gigitan Nyamuk Meningkat


DEWASA ini jumlah penyakit yang ditularkan nyamuk semakin meningkat. Salah satu pemicunya adalah populasi nyamuk semakin banyak karena perubahan iklim global.

Nyamuk juga lebih bandel karena semakin pintar beradaptasi dengan perubahan lingkungan sehingga nyamuk yang tadinya mudah mati dengan obat nyamuk yang mengandung organofosfat misalnya, belakangan mulai kebal dan tidak mati dengan zat tersebut. Dr dr Leonard Nainggolan SpPD-KPTI, konsultan penyakit tropik dan infeksi dari Perhimpunan Peneliti Penyakit Tropik dan Infeksi Indonesia (PETRI), menyebutkan, data Badan Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2016 menunjukkan jumlah kasus kematian akibat gigitan nyamuk mencapai 725.000.

Jumlah penyakit yang ditularkan nyamuk mencapai 17% dari seluruh penyakit menular, dengan kematian mencapai 1 juta per tahun, dan paling banyak terjadi di Afrika. Selain itu, lebih dari 2,5 miliar orang di lebih dari 100 negara berisiko tertular demam berdarah, dan 3,2 miliar orang berisiko tertular malaria (WHO, 2015). Ada tiga penyakit utama yang ditularkan melalui nyamuk, yaitu malaria, demam berdarah, dan filariasis. “Dana sekitar Rp 2 triliun dihabiskan hanya untuk penanggulangan dan pengobatan ketiga penyakit ini,” ujar dr Leo. Penelitiannya pada tahun 2009 menunjukkan, 1 kasus DB menghabiskan rata-rata Rp1,5 juta, belum termasuk transportasi dan lost of income dan biaya penanggulangan wabah.

Tidak hanya pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan 3M (menguras, menutup dan mengubur) yang sekarang dikembangkan menjadi 3M plus, ditambah memodifikasi atau mendaur ulang benda-benda yang menjadi sarang nyamuk menjadi benda lain yang lebih berguna. Pengendalian dengan bahan kimia yang menyebabkan nyamuk menjadi resisten juga perlu dikurangi. Beberapa zat kimia yang dibatasi adalah DDT dan organofosfat . Tadinya senyawa kimia efektif membasmi nyamuk, tetapi nyamuk dapat beradaptasi dengan lingkungan, termasuk senyawa pembasmi nyamuk (DDT dan organofosfat ) sehingga resisten.

Penggunaan obat nyamuk organofosfat dalam waktu lama menyebabkan nyeri kepala kronis dan kelelahan kronis. Obat antinyamuk kimiawi generasi sekarang, menurut dr Leo, konsepnya bukan lagi membunuh nyamuk, tetapi membuat pingsan nyamuk. Bahkan sampai 24 jam. Diharapkan selama dia pingsan itu, tidak mendapatkan asupan makanan sehingga akan mati. Ini lebih ramah lingkungan dan manusia. Pencegahan lainnya adalah dengan perlindungan perorangan, yaitu dengan penggunaan pakaian pelindung, menggunakan insektisida rumah tangga seperti koil nyamuk, aerosol, electric vaporizer mats , atau liquid vaporaizer .

Bahan-bahan penolak nyamuk seperti ekstrak tumbuhan juga dapat dimanfaatkan. Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta dr Widiastuti MKM, penyakit demam berdarah (DB) di DKI Jakarta tidak hanya saat musim hujan. Selama vector nyamuk masih ada, penyakit ini akan selalu ada. Tiga tahun terakhir, puncak wabah DB di DKI Jakarta terjadi pada bulan April.

“Sejak tahun 2016 DKI Jakarta bukan lagi di urutan pertama dalam hal kasus DB tertinggi. Sekarang diambil alih Jawa Barat, disusul Jawa Timur dan baru DKI Jakarta,” beber dr Widiastuti.

Sri noviarni