Edisi 13-10-2017
Ayam Geprek Pedas yang Nikmat


DAGING dengan tekstur yang berserat dan empuk membuat ayam mudah diolah menjadi menu enak memanjakan lidah. Salah satunya ayam geprek kini cukup populer di kalangan urban pe n cinta kuliner.

Di The People’s Cafe yang punya tagline “Global Street Food”, menu ayam geprek menjadi menu baru mulai 16 Oktober 2017 yang digadang akan membangkitkan selera makan. Kenapa? Sebab tak cuma satu rasa pedas saja, ayam geprek di sini dibuat dengan bermacam jenis sambal. Dalam sebuah undangan mencicipi menu baru tersebut, KORAN SINDO berkesempatan merasakan bagaimana pedas panas di lidah dan sensasi menu ayam geprek menyatu.

“Bertepatan juga dengan gerai ke-7 kami di Gandaria City, kami ada menu terbaru ayam geprek pada Oktober ini. Di cabang lain, menu ini baru akan ada November mendatang,” sebut Shalita Supian, Brand Manager The People’s Cafe saat peluncurannya Rabu (11/10) lalu. Ayam geprek, sesuai namanya merupakan hidangan ayam yang penyajiannya digeprek di atas telenan sebelum kemudian dihidangkan di piring. Tambahan sambal di atasnya menjadikan menu ini makin spesial. Memberikan tekstur yang renyah, ayam geprek juga ditepungi terlebih dahulu sebelum digoreng. Jika sering berwisata kuliner ke daerah, menu ayam geprek cukup banyak di temukan di rumah makan di pinggir jalanan.

Sajian ayam geprek di tempat ini pun sebelumnya terinspirasi dari kesukaan tamu yang datang. Kebanyakan mereka menyukai makanan pedas dan gorengan, sementara berbagai jenis sambal yang biasa menemani pelanggan untuk menu nasi goreng, bakso, dan menu lain sebagai tambahan tak kalah favoritnya. Ada sambal limo, sambal bawang, sambal merah, termasuk sambal hijau. Sehingga jadilah kreasi menu terbaru ayam geprek yang digabungkan dengan berbagai jenis sambal di The People’s Cafe.

Variannya antara lain ayam geprek jumbo keju, ayam geprek jumbo sambal ijo, ayam geprek jumbo sambal bawang, ayam geprek sambal limo, ayam geprek sambal merah spesial, dan ayam geprek sambal ijo spesial. Semuanya disajikan lengkap bersama nasi panas, tentu mantap rasanya dimakan saat asap dan aroma nasi masih mengepul. Berpadu dengan sambal yang menantang level pedasnya ini, penyuka pedas akan kewalahan sejak awal mencicip karena sambal di sini memang sambal ulek asli yang biji cabainya akan memberi sensasi meletup-letup di lidah. Bila mencoba satu per satu menu rasanya hampir sama tingkat pedasnya.

Namun, pengecualian untuk menu ayam geprek jumbo keju karena tak memakai sambal. Adapun ayam geprek jumbo sambal limo terasa ada tambahan rasa dari perasan jeruk limau. Sementara ayam geprek sambal bawang akan dominan rasa bawang merah dan bawang putihnya berbaur membawa aroma. Adapun ayam geprek sambal ijo meski terlihat dengan ulekan sambel ijo, rasanya tetap terbilang pedas menyulut lidah. Itu karena ada tambahan rawit hijau di dalamnya.

Kemudian tambahan embelembel spesial di ayam geprek jumbo sambal merah spesial dan ayam geprek jumbo sambal ijo spesial, yakni penambahan keju mozarella yang memberi rasa gurih. Tentu Anda tergoda untuk mencicipinya, bukan? Menu ayam geprek ini dijual dengan harga sekitar Rp50.000 per porsi.

Dyah ayu pamela