Edisi 13-10-2017
Gaya Denim Mewah


DENIM memiliki sejarah yang panjang dalam dunia fashion . Sejak awal kemunculannya, denim selalu menandai diri dan sangat dinamis untuk disesuaikan dengan gaya kekinian dan lebih muda.

Termasuk dalam pekan mode dunia, denim menunjukkan kelasnya sebagai mode sepanjang masa. Dikenal dengan istilah posh denim , atau yang diartikan sebagai denim mewah, beberapa label dan perancang berhasil menunjukkan kalau material berwarna biru tersebut bukan sekadar busana k asual . Bisa dikatakan, posh denim ini kebalikan dari tren denim robek yang belum lama ini merebak di kalangan anak muda. Denim mewah yang dimaksudkan di sini bukan berarti penuh dengan berlian atau sulaman permata. Namun, potongan yang membungkus tubuh model terlihat lebih berkelas dan mewah.

Tidak hanya dalam bentuk jaket atau celana denim ketat. Seperti yang terlihat dalam koleksi Carolina Herrera Spring Summer 2018 , denim menjadi gaun yang anggun dengan detail ikat pita di pinggang. Ada pula koleksi Tibi Spring Summer 2018 , terlihat pasangan atasan outer dengan detail kancing dan celana panjang seperti kulot yang chic layaknya setelan (suits ).

Sementara itu, Saint Laurent menerjunkan denim ke catwalk dengan atasan malam beludru. Adapun Dior memperlihatkan jaket denim b ar dan baju jumpsuits yang sangat chic . Adanya koleksi posh denim dari beberapa label di atas, denim pun kini bisa menjadi pakaian untuk kerja, bahkan dikenakan saat rapat. Bahkan, menurut Lisa Aiken, fashion director ritel Net-a-Porter-com, blazer denim adalah update terbaru setelah bomber atau jaket tentara. Dilansir dari Tele g raph , meskipun tidak bertahtakan permata, posh denim seperti koleksi Dior memang memiliki harga fantastis hingga di atas 2.500 poundsterling atau setara Rp44 juta.

Untuk harga yang mahal itu, Maria Grazia Chiuri pun memiliki jawaban yang tepat untuk menjawab “kemewahan” yang dimiliki denim. “Kemewahan modern bukan hanya tentang detail (sulaman atau permata). Ini bisa tidak ada, tapi lebih pada keahlian bagus, enak rasanya, dan umur panjang (tahan lama),” ucap Maria. Sejak bergabung dengan Dior, Maria memang telah berusaha keras untuk menjadikan denim untuk menjadi bagian dari label lexicon seperti tulle atau houndstooth . Maria menyukai denim Diornya yang disesuaikan secara sempurna (tanpa cela).

Sebuah pergeseran umum yang mengarahkan pada dressing yang selalu lebih fungsional namun tetap cerdas. Mewahnya denim juga terlihat pada koleksi kemeja dan gaun milik Stella McCartney yang telah di-upgrade lebih rapi dan enak dilihat. Sementara signature Azzedine Alaia, biker jacket sekarang hadir dalam denim lebih gelap yang memang diperuntukkan agar terlihat lebih klasik. Tapi untuk mendapatkan denim yang “mewah” tidak melulu menghabiskan banyak uang. Sebenarnya, harga medium denim adalah tentang pin-tucks, high-waists, dark wash , dan sentuhan lainnya yang dirancang untuk meningkatkan statusnya.

Label TOAST memiliki celana panjang denim bergaris elegan dengan harga 175 poundsterling (Rp3 juta) dan gaun tunik denim 150 poundsterling (Rp2,6 juta). Di Mother of Pearl , label yang dikenal dengan siluetgamine dan cetakan whimsical , denim adalah produk yang hebat karena membawanya pada penjualan terbaik. Bahkan, Amy Powney, Direktur Kreatif Mother of Pearl, mengungkapkan denim pun bisa terlihat dalam potongan cocktails.

“Saya memakainya dengan lipstik merah, perhiasan emas, sepatu bagus, dan mungkin beberapa kaus kaki gemerlap. Menghias potongan kasual adalah cara favorit saya berpakaian,” sebut Amy. Lisa Aiken, suka memadukan denim mewahnya dengan kemeja yang dikenakan di atas polonecks . Denim menjadi lebih pintar (dinamis) jika disandingkan dengan elemen yang berbeda dan membuatnya lebih menarik. Aiken terlihat memakai denim selama London Fashion Week . “Bermain dengan proporsi seperti kemeja pas badan dengan celana lurus, atau jaket denim kebesaran dengan celana slim ,” ucap Aiken.

Dia bahkan merekomendasikan denim yang kaku. Tapi kalau memang dirasa tidak mudah bergerak, pilihlah denim lembut dengan peregangan minimal. Di balik gayanya yang “mewah”, denim memiliki dampak tidak baik untuk ekologis sehingga membutuhkan 10.000 galon air putih per celana jins dan meninggalkan jejak ekskresi racun di belakangnya.

ELV, yang merupakan singkatan dari East London Vintage, adalah label kecil yang brilian yang dibuat oleh Kari Greaves dan Anna Foster yang hanya menggunakan denim daur ulang. ELV terbukti begitu populer sehingga mereka baru saja meluncurkan ukuran untuk membuat denim ramah lingkungan.

Nurul adriyana