Edisi 13-10-2017
Jackie Chan Saat Sedih


JACKIE CHAN dalam lanskap Hollywood identik dengan film-film aksi dan komedi. Karakternya selalu komikal, nyaris tak pernah serius.

Nah , kalau ingin melihat Jackie Chan dalam peran yang serius, lengkap dengan wajahnya yang sedih memilukan, Foreigner bisa jadi pilihan. Jackie Chan berperan sebagai Ngoc Minh Quan, pemilik rumah makan yang anaknya tewas dalam peristiwa pengeboman di London. Pihak yang mengaku bertanggung jawab adalah mereka yang menuntut kemerdekaan Irlandia Utara. Sedih berkepanjangan karena ditinggal mati satu-satunya anggota keluarga yang tersisa, Quan pun menuntut keadilan.

Dia lalu mendatangi kantor polisi London dan kantor pejabat Irlandia yang mantan anggota organisasi kemerdekaan Irlandia Utara, Liam Hennessy (Pierce Brosnan). Setiap hari dia datang, menunggu, dengan hanya satu tujuan; mendapatkan nama pembunuh anaknya. Namun, semua yang ditemuinya mengatakan bahwa Quan harus berhenti datang dan membiarkan pihak berwenang bekerja. Hilang kesabaran, Quan pun akhirnya mengambil jalannya sendiri. Dalam usia 63 tahun, Jackie Chan dalam film ini tampak sudah sangat tua.

Apalagi di sini wajahnya selalu sedih, dengan tubuh agak bungkuk. Namun namanya Jackie Chan dalam film Hollywood, ujung-ujungnya ternyata dia juga bisa berakrobat bela diri, bahkan sangat jago. Yang menarik, Foreigner ternyata tak hanya sibuk bercerita tentang Quan yang ingin membalas dendam dan lihai berkelahi. Skenario buatan David Marconi (Enemy of the State ) juga cukup memberi ruang bagi cerita berbau politik dengan strategi dan konspirasinya. Untuk hal ini, Brosnan yang memerankan politikus Hennessy bermain sangat meyakinkan.

Tokoh inilah yang membuat Foreigner bukan sekadar jadi film-film ala Jackie Chan yang sangat “film popcorn “ alias terlalu ringan. Campur tangan Martin Campbell, sutradara dua film waralaba James Bond, yaitu GoldenEye (1995) dan Casino Royale (2006), juga turut memberi andil besar untuk membuat film ini enak ditonton. Sutradara asal Selandia Baru ini pandai memainkan ritme cerita, membuat film yang kualitasnya biasa saja ini menjadi tidak membosankan.

Ditambah, dia juga pandai mengarahkan para pemainnya. Jika tak terlalu memasang ekspektasi yang tinggi, Foreigner pasti akan jadi tontonan cukup menghibur dan tidak mengecewakan.

Herita endriana