Edisi 13-10-2017
Jaringan Komunikasi Kabel Bawah Laut


PT Optic Marine Indonesia (OMI), anak usaha Optic Marine Group (OM Group), berpartisipasi dalam kegiatan penggelaran kabel fiber optik dan power cable bawah laut

di Indonesia untuk menghubungkan antarpulau dan benua melalui jaringan komunikasi kabel bawah laut. Untuk mewujudkan hal tersebut, PT Optic Marine Indonesia menjalin kerja sama dengan PT Pelayaran Lintas Optik (PLO). Kedua perusahaan memiliki pengalaman di bidangnya, khususnya dalam penggelaran kabel bawah laut untuk kabel fiber optik dan power cable di Asia Pasifik. Kerja sama didukung tiga unit kapal berbendera Indonesia yang dimiliki PT PLO. Dengan adanya kerja sama ini, PT OMI berharap dapat meningkatkan performa perusahaan dan mendorong pertumbuhan industri telekomunikasi nasional.

“Kami memahami bahwa pembangunan sistem jaringan komunikasi kabel bawah laut merupakan salah satu langkah penting bagi pemenuhan kebutuhan komunikasi yang cepat di Indonesia. Kerja sama ini menjadi penting bagi perusahaan dan membuktikan komitmen perusahaan bagi masyarakat Indonesia dalam menghadirkan kapal berukuran besar untuk penggelaran kabel bawal laut sesuai peraturan implementasi asas sabotase pada Inpres Republik Indonesia No 5/2005 tentang Pemberdayaan Industri Pelayaran di Indonesia dan PM 100/2016 tentang Tata Cara dan Persyaratan Penggunaan Kapal Asing agar tercipta infrastruktur telekomunikasi berteknologi tinggi,” ungkap Komisaris Utama PT OMI Isfan Fajar Satryo.

Secara teknis, Ile de Re merupakan kapal khusus yang didesain untuk penggelaran dan pemeliharaan kabel bawah laut yang memiliki bobot sebesar 14.091 GWT (gross weight tonnage ). Kapal berbendera Indonesia ini bahkan mampu mengangkut 4.000 ton kabel fiber optik dan power cable yang jika dibentangkan bisa mencapai 3.800 km serta dapat memuat 84 atau lebih repeater .

“Kami merasa optimistis dengan kehadiran Ile de Re sehingga tantangan dalam pemasangan kabel laut di Indonesia dapat teratasi. Dengan teratasinya tantangan ini, kebutuhan akses telekomunikasi digital dapat terpenuhi bagi seluruh masyarakat Indonesia, termasuk yang berdomisili di wilayah terpencil,” ungkap Letjen TNI (Purnawirawan) Yayat Sudrajat, Komisaris Utama PT PLO.

mg4