Edisi 13-10-2017
Antara Kain Tradisional Dan Tas Bermerek


Whulandary Herman memiliki cara tersendiri untuk menunjukkan rasa cintanya terhadap Indonesia.

Salah satunya dengan mengoleksi ragam kain khas Indonesia seperti batik.Wanita berambut panjang itu mengaku sudah sejak lama hobi mengoleksi batik dan beberapa kain tenun.

“Aku memang sudah mengumpulkan kebaya, kain batik, dan beberapa tenun sejak aku masih kuliah dan aku selalu berkomitmen pada diri sendiri untuk tampil dengan menggunakan pakaian Indonesia,” katanya.

Salah satu busana favorit Whulan adalah kebaya brokat berwarna kuning yang selalu ia padankan dengan bawahan rok dari kain batik parang. “Kalau ada acara formal, biasanya aku selalu pakai kebaya brokat berwarna kuning menyala dan itu seakan menjadi busana andalan,” ujarnya.

Whulan mengaku tidak hanya mengenakan kain batik dalam berbagai acara yang dihadirinya, juga sering memakai songket yang sudah dimodifikasi atau kain tenun. “Batik dan tenun juga sangat manis untuk dipadupadankan,” tambahnya.

Terkadang Whulan memilih mengenakan kain khas dari berbagai daerah di Indonesia. Beberapa kain khas daerah banyak juga yang merupakan pemberian dari temantemannya yang ada di berbagai pelosok negeri.

“Sampai saat ini jumlah koleksi kain aku sudah hampir tak terhitung ya. Kira-kira lebih dari dua lemari khusus untuk menyimpan kain tenun dan songket saja. Kalau untuk batik lumayan lebih banyak,” katanya.

Wanita asal Sumatera Barat itu mengaku lebih suka menjahit sendiri pakaiannya. Sebab, dengan menjahit pakaian sendiri, Whulan merasa lebih nyaman mengingat tubuhnya lumayan jangkung.

“Setelah dapat kain, biasanya aku langsung desain baju dan minta dijahitkan oleh penjahit langgananku. Karena untuk mencari busana yang langsung pakai sangat sulit mengingat tinggi badanku seperti ini,” tuturnya.

Whulan lantas mengajak seluruh masyarakat untuk menunjukkan rasa cinta pada Indonesia sesuai dengan cara masing-masing. Menurutnya, setiap orang harus bangga dengan kain khas Indonesia.

Saat mewakili Indonesia di ajang Miss Universe di Rusia, Whulan mengenakan kain songket dan membuat para kontestan yang lain kagum pada baju-baju tradisional Indonesia yang ia kenakan.

Ada pula yang sampai membeli baju yang sudah ia kenakan saat itu. Tak hanya mengoleksi busana tradisional, wanita kelahiran 26 Juni 1989 ini juga memiliki hobi berbelanja barang-barang mewah seperti tas dan jaket. Bisa dibilang Whulan salah satu pencinta brand Gucci.

“Kalau untuk tas dan beberapa pelengkap busana seperti jaket, aku memang banyak mengoleksi dari brand luar. Kalau ada kesempatan jalan pasti selalu aku gunakan untuk berburu brand ini,” katanya.

Whulan pun mengaku tidak memiliki dana khusus untuk berbelanja item fashion yang satu itu. Setiap kali dia menemukan barang yang unik, pasti langsung beli. “Aku paling tidak kuat untuk berbelanja tas.

Setiap kali menemukan tas yang cocok dengan karakter aku pasti langsung kuambil. Salah satunya tas Gucci yang selalu aku bawa ke mana-mana karena aku suka model dan ukurannya yang tidak terlalu besar,” ujarnya.

Saat ditanya apakah dirinya juga menggunakan alasan prestise untuk membeli semua barang mewah tersebut, Whulan malah mengatakan kalau memiliki tas mahal sudah menjadi kebutuhan dan hobinya. “Mengoleksi tas itu sudah menjadi kebutuhan pokok.

Aku kira semua perempuan memiliki fashion tersendiri. Aku hanya ingin tampil cantik dan elegan dengan tas yang cantik sekaligus menarik,” tuturnya.

aprilia s andyna