Edisi 13-10-2017
Longsor Kepung Bandung Barat


BANDUNG BARAT – Satu rumah di Kampung Pojok, RT04/07, Desa Padaasih, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), rusak parah setelah mengalami longsor pada Rabu (11/10/2017) sekitar Pukul 18.30 WIB.

Akibat peristiwa ini rumah milik Sari, 68, mengalami kerusakan lebih dari 80%. Sementara Sari sendiri mengalami patah tulang belakang dan tangan kanannya akibat tertimpa material bangunan sehingga harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

“Longsor itu terjadi karena hujan deras yang terjadi pada Rabu sore ditambah dengan kontur tanah terjal dan spesifikasi bangunan yg tidak layak,” terang Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD KBB Dicky Maulana kemarin.

Dicky mengatakan bagian rumah yang mengalami kerusakan adalah dapur, kamar, dan kamar mandi. Bencana ini tidak sampai menimbulkan korban jiwa namun mengakibatkan kerugian material sekitar Rp50 juta.

“Kami sudah melakukan langkah-langkah pengamanan termasuk assessment. Serta menyarankan kepada keluarga tersebut untuk mengungsi sementara sementara ke tempat yang aman jika hujan kembali turun,” tuturnya.

Terpisah akses jalan di Desa Cikole, Kecamatan Lembang, KBB, sempat tidak bisa dilalui karena tertutup material tanah longsor. Kejadian itu terjadi pada Kamis (12/10/2017) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB, tepatnya di Kampung Cibedug, RT05/13, Desa Cikole, Kecamatan Lembang, KBB.

Longsor diakibatkan hujan dengan intensitas tinggi dimana material longsoran menutup akses jalan dengan ketinggian longsoran 10 m dan panjang 20 m. Sejak subuh tim Badan Penanggulangam Bencana Daerah (BPBD) KBB telah melaksanakan assesment ke lapangan.

“Kami juga dibantu masyarakat bersama aparat kewilayahan, TNI-Polri telah melakukan pembersihan material longsoran secara gotong royong sehingga saat ini ruas jalan itu sudah bisa dilalui kembali,” terang Dicky.

Dia mengatakan, selain di Desa Cikole longsor juga terjadi di Desa Pataruman, Kecamatan Cihampelas, KBB. Longsor itu terjadi di Kampung Balakasap, RT01/02, Desa Pataruman, Kecamatan Cihampelas.

Dampak dari bencana itu bahu jalan sepanjang 15 meter mengalami longsor dengan kedalaman 2,5 meter. “Longsor juga diakibatkan karena hujan yang turun sejak dari pukul 15.00 sampai 21.00 WIB,” ucapnya.

Bersama dengan aparat kewilayahan setempat, BPBD telah melakukan penanganan sementara di lokasi kejadian. Termasuk juga memasang ramburambu petingatan hati-hati longsor untuk menghindari adanya kecelakaan pengendara yang melintas dengan berkoordinasi kepada UPTD 2 Binamarga, Kecamatan Cililin.

Pihaknya menyarankan kepada warga untuk waspada ketika hujan turun dengan lebat. Sebab saat ini wilayah Jawa Barat termasuk KBB sudah memasuki musim penghujan. Warga juga diminta untuk melapor jika melihat ada tandatanda akan terjadi bencana kepada petugas untuk menghindari timbulnya korban jiwa.

Sementara itu sedikitnya 150 rumah di Desa/Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, juga sempat terendam banjir. Banjir ini diakibatkan hujan deras yang turun pada sore hingga malam di wilayah tersebut.

Kepala Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Tata Irawan mengungkapkan, ketingian air bervariasi. Mulai dari 10 cm hingga 100 cm sehingga membuat beberapa ruas jalan tidak bisa dilalui.

“Banjir ini disebabkan karena hujan deras di wilayah Kota Cimahi di sekitar wilayah Kecamatan Margaasih sejak jam empat sore,” ucapnya. Menurutnya air kiriman dari Kota Cimahi dan Kota Bandung itu masuk ke aliran DAS Cicangkring yang melintasi Desa Margaasih.

Ini dikarenakan DAS Cicangkring tidak bisa menampung luapan air sehingga meluber ke jalan dan permukiman penduduk. Rumah warga yang tergenang banjir seperti terdapat di RW 10, 11, 12, yang memang sudah langganan banjir.

Sementara untuk banjir di RW 13 dan 14 diakibatkan karena pembangunan jalan Tol Soroja yang hingga kini belum rampung 100%. “Ketinggian air di jalan raya sekitar 10-100 cm dan di permukiman ketinggian air 20-120 cm dengan kondisi paling parah terdapat di RW 10,” sebutnya.

Banjir ini juga mengakibatkan jalan menuju kantor Kecamatan Margaasih terputus tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini dan menjelang tengah malam air sudah mulai berangsur surut.

adi haryanto