Edisi 13-10-2017
Lorong Panjang Lagu “Indonesia Raya”


SOLO – Arsip lagu kebangsaan Indonesia Raya dipamerkan Perum PNRI Lokananta, Solo, Jawa Tengah. Sejumlah dokumen terkait jejak sejarah perekaman lagu itu dipamerkan kepada publik.

Kepala Cabang Perum PNRI Lokananta Miftah C Zubir mengatakan, pameran ditujukan kepada semua lapisan masyarakat agar pengetahuan mengenai sejarah lagu Indonesia Raya lebih tersebar.

“Setelah kami tanya ke masyarakat, banyak di antaranya yang belum tahu banyak hal di balik lagu Indonesia Raya,” ungkap Miftah Zubir seusai pembukaan pameran arsip lagu Kebangsaan Indonesia Raya di Lokananta, Solo, Jawa Tengah, kemarin.

Pihaknya berharap masyarakat berduyun-duyun datang untuk menyaksikan pameran, sekaligusmembangkitkanmemori kolektif terhadap sejarah. Pameran terselenggara berkat kerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Kegiatan merupakan rangkaian sosialisasi lagu Indonesia Raya. “Kami juga sudah melakukan perekaman lagu Indonesia Raya resmi yang ketiga pada Mei lalu,” ungkapnya. Rekaman resmi Indonesia Raya versi tiga stanza akan diluncurkan di Jakarta, 28 Oktober mendatang.

Rekaman dibuat lima versi, yakni simphoni, harmoni, fanfare, unisono, dan piano. “Setiap versi kami rekam dalam format satu stanza maupun tiga stanza. Selama ini, masyarakat masih kesulitan menemukan versi tiga stanza,” ujarnya.

Perekaman lagu Indonesia Raya dilakukan putra-putri terbaik bangsa yang tergabung dalam Orkestra Gita Bahana Nusantara di bawah binaan Direktorat Kesenian, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud.

Adapun bertindak sebagai konduktor adalah Sapta Swara yang merupakan putra komponis Kusbini, serta Purwacaraka sebagai ketua kim sound engineer.

Rekam ulang tiga stanza menggunakan versi Josef Kleber, yang dibuat sekitar 1950 silam. Koordinator pameran Danang Rusdiyanto mengatakan terdapat sekitar 20 koleksi, termasuk buku dan potongan artikel media cetak.

Pihaknya ingin mengajak pengunjung memahami cerita di balik Indonesia Raya yang belum banyak terpublikasi. Sementara Devita, salah satu mahasiswa pengunjung pameran mengaku baru mengetahui lagu Indonesia Raya sebenarnya panjang. “Sejak sekolah, yang didengar hanya versi satu stanza saja,” tutur Devita.

ary wahyu wibowo