Edisi 13-10-2017
Pelecehan Seksual Terhadap Anak di Minut Meningkat


MINAHASA UTARA - Kekerasan seksual terhadap anak perempuan di bawah umur 18 tahun mengalami tren naik pada periode triwulan 2017 di Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Sulawesi Utara.

Data yang berhasil dirangkum menyebutkan ada 17 kasus kekerasan seksual terhadap anak perempuan di bawah umur dengan tiga kasus di antaranya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Kendati jumlahnya menurun dibandingkan dengan periode 2016 yang mencapai 81 kasus, tapi DP3A Pemkab Minut perlu waspada karena secara keseluruhan hingga September 2017 jumlah kasusnya sudah bertambah.

“Dari total itu, kasus KDRT dan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur masih ikut,” ujar Kepala DP3A Pemkab Minut Jofieta Supit, Kamis (12/10). DatadiDP3AperiodeJanuari- September2017kasuskekerasan seksual pada anak sudah mencapai 25 kasus.

Sementara Kecamatan Likupang Raya (Timur dan Barat) menjadi daerah dengan jumlah kasus tertinggi. Kasus perbuatan asusila yang menimpa anak di bawah umur di Kecamatan Likupang Barat dan Kecamatan Likupang Timur masing-masing ada lima kasus.

Menariknya, kasus asusila ini pada umumnya dilakukan oleh orang-orang terdekat dengan korban, seperti ayah tiri, paman, kakak, kakek, bahkan tetangga korban. “Yang menjadi korban adalah anak-anak dari keluarga dengan tingkat ekonomi lemah dan berpenghasilan rendah.

Dari tujuh kecamatan tempat terjadinya perbuatan asusila, paling besar itu di Likupang Raya ada 10 hingga saat ini,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pemenuhan dan Perlindungan Anak DP3A Vicky Luntungan.

Pengamat sosial kemasyarakatan, Taufiq Tumbelaka, mengingatkan agar fungsi pengawasan orang tua serta kinerja aparat keamanan dan pemerintah perlu ditingkatkan dalam mencegah terjadinya perbuatan asusila. “Peran orang tua penting dalam mengawasi aktivitas anak di luar rumah.

Kerja sama seluruh pihak, seperi pemerintah desa hingga perangkat di tingkat terbawah harus dikuatkan. Dengan begitu, perbuatan asusila yang menimpa anakanak bisa dihindari,” tuturnya. Selain itu, menurut Tumbelaka, upaya pencegahan dini penting dilakukan dengan adanya peran orang tua dan guru.

la ode haryadi