Edisi 13-10-2017
Pembangunan Jatim Berbasis Spiritual


SURABAYA – Jawa Timur (Jatim) merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang mengalami banyak kemajuan dan kerap meraih prestasi nasional.

Berbagai capaian positif itu lantaran pembangunan yang dilakukan berbasis spiritual. Demikian disampaikan Gubernur Soekarwo saat malam resepsi dan tasyakuran HUT ke-72 Provinsi Jawa Timur tahun 2017 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (11/10) malam Patut diakui, Provinsi Jatim secara keseluruhan telah berhasil mengurangi kemaksiatan, terkhusus tempat lokalisasi semua sudah ditutup.

Bahkan, upaya pembangunan berbasis spiritual telah dilakukan sejak periode pertama Soekarwo menjabat gubernur, yakni pada 2009, dengan mengusung visi “Jatim Makmur Berakhlak Mulia”. Langkah tersebut dilator belakangi pertemuan Soekarwo dengan para tokoh agama, tokoh masyarakat di sebuah hotel di Surabaya.

Dalam pertemuan itu, para kiai menyampaikan bahwa banyak sekali tempat lokalisasi di Jatim, tepatnya 47 lokalisasi dengan 7.215 wanita tunasusila (WTS). Melihat fakta itu, Soekarwo bersama seluruh undangan yang hadir sepakat untuk mengurangi kemaksiatan dengan target menutup lokalisasi di seluruh Jatim.

“Mengapa mengurangi kemaksiatan? Karenajikakitabisa melakukannya, AllahSWTakan memberikan kemudahan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan,” kataPakdeKarwo, sapaan akrab Soekarwo.

Seiring waktu, para bupati/ wali kota se-Jatim turut mendukung program ini. Progresnya pun luar biasa. Satu per satu lokalisasi berhasil ditutup. Bahkan, lokalisasi terbesar di Jatim dan terkenal se-Asia Tenggara, yakni Dolly, di Surabaya juga berhasil ditutup.

masdarul kh