Edisi 13-10-2017
2,6 Juta Ikan Ditebar di Laut Sulsel


MAKASSAR – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) melakukan peremajaan ikan di laut dengan melakukan restoking atau menebar ikan sekitar 2,6 juta ekor dari berbagai jenis di 24 kabupaten/ kota pada 1.000 titik, Kamis (12/10).

Penebaran ikan ini dilakukan Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel sebagai bentuk gerakan 1.000 kebaikan di hari ulang tahun (HUT) ke-348 Sulsel. Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan agarsemua pihak jangan hanya mengambil hasil laut saja, tetapi juga harus mampu melakukan restoking.

Dia mengapresiasi kegiatan penebaran bibit ikan sebagai peringatan agar menjaga alam dengan kekuatan yang ada. “Dari Rp403 triliun uang yang beredar dalam setahun, Rp15 triliun berasal dari sektor kelautan dan perikanan,” kata dia.

Pada penebaran ikan yang dilakukan di PPN Untia tersebut, selain beberapa pejabat di lingkup Sulsel hadir, juga Direktur Pelabuhan Perikanan pada Kementerian Perikanan Kelautan, Pritz. Dia menjelaskan Indonesia memiliki potensi perikanan yang berlimpah dan membutuhkan tata kelola yang baik.

“Visi Kementerian Perikanan 2015-2019, mandiri, maju, kuat, dan berbasis kepentingan nasional. Misinya kedaulatan, keberlanjutan, dan kesejahteraan. Karena itu perlu ada strategi kebijakan program dan kegiatan guna tercapainya pembaruan di sektor kelautan dan perikanan,” ungkapnya.

Pritz menambahkan, pemangku utama pembangunan kelautan dan perikanan adalah nelayan. Sementara itu kondisi nelayan Indonesia secara umum berada pada kriteria rawan miskin.

Bahkan dari data BPS 2014, persentase rumah tangga nelayan yang menangkap ikan di laut sebesar 23,79% dan di perairan darat 24,98%. Sementara itu mengenai sumber permodalan nelayan, yang tertinggi juga masih dengan modal sendiri.

“Usia produktif nelayan juga mayoritaspada rentangusia 40-49 tahun yang didominasi lama kegiatan penangkapan nelayan secara bekerja sehari (onedayfishing ) mencapai sekitar 60-93 (laut) dan 83-89(perairandarat),” urainya.

Selain itu mayoritas nelayan Indonesia baik laut maupun perairan darat masih melakukan kegiatan usahanya secara individu. Sebagian besar belum tergabung dalam kelembagaan kelompok usaha bersama (KUB) atau koperasi perikanan.

Selain kegiatan penaburan 2,6 juta bibit ikan, juga dilakukan peletakan batu pertama pembangunan cold storage yang dilakukan PT Perikanan Samudera Indonesia.

agus nyomba