Edisi 13-10-2017
Dua Desa Nyaris Terisolasi


BOLTIM - Untuk ke sekian kalinya jalan provinsi yang menghubungkan Desa Tobongon dengan Desa Badaro, Kecamatan Modayag, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, kembali diterjang longsor.

Amatan wartawan pada Kamis (12/10), timbunan material longsor yang menutupi badan jalan belum mendapat penanganan dari Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Boltim. Material longsor ini cukup rawan menyebabkan kecelakaan.

Selain itu, jalan Tobongon-Badaro merupakanaksespenghubung paling dekat antara dua kecamatan, yaitu Kecamatan Modayag dan Nuangan, begitu sebaliknya. “Kami terpaksa mencari akses alternatif lantaran jalan penghubung tertimbun longsor.

Sementara, jalur alternatif lumayan jauh kami tempuh,” kata Rahman Mamonto, pengguna jalan, saat bertemu dengan wartawan di lokasi longsor. Pelaksana Tugas (Plt) BPBD Boltim Elvis Siagian mengatakan, pihaknya tengah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi terkait longsor di Tobongon.

“Saya langsung koordinasi dengan provinsi, karena lokasinya merupakan jalan provinsi,” ujar Elvis. Lambannya penanganan longsor tersebut akibat minimnya personel BPBD serta dukungan alat berat. “Untuk sementara, kami meminjam alat berat dari dinas pekerjaan umum (PU).

Personel dan dukungan alat berat juga masih minim,” ungkapnya. Data yang berhasil dihimpun wartawan, wilayah Tobongon- Badaro cukup rentan terjadi longsor.

Berdasarkan catatan dari BPBD, dalam setahun sudah tiga kali wilayah ini diterjang bencana longsor. Selain kontur tanah gembur, alih fungsi lahan untuk perkebunan warga menjadi penyebab utama longsor di wilayah itu.

iskandar zulkarnain