Edisi 13-10-2017
Dua Wanita Cantik Minahasa Jadi Duta Bandara Sam Ratulangi 2017


MANADO - Jilly Anggrayni Kindangen dan Riska Rene Rarumangkay berhasil menyisihkan lawan-lawannya dalam ajang pemilihan Duta Bandara Sam Ratulangi.

Bertempat di ruang serbaguna Manguni Bandara Sam Ratulangi Manado, dari sembilan peserta yang terdaftar hanya ada lima finalis memenuhi syarat tertulis hingga wawancara dilaksanakan.

“Beauty, brain, behaviour (3B) yang dimiliki seorang Duta Bandara bukan hanya sebutan semata, tetapi harus bisa diimplementasikan saat bertugas nanti. Bagaimana melayani penumpang dengan penuh senyuman, ramah, dan sabar,” tutur General Manager Bandara Sam Ratulangi, Minggus Gandeguai, Kamis (12/10).

Minggus mengatakan, agar Duta Bandara yang terpilih bisa merepresentasikan pelayanan bandara serta komunikatif saat mempromosikan objek wisata maupun budaya yang ada di Sulawesi Utara.

Pada tahap wawancara, Rabu (11/10), para finalis beradu kemampuan dan bakat serta menjawab berbagai pertanyaan yang dilontarkan dewan juri, yaitu Airport Service Group Head Ramdan Pradarma, Customer Services and Hospitality Department Head Akhmad Akhadi, dan Shared Services Department Head Ida Bagus KT Juliadnyana.

Setelah para juri berembuk, maka resmi dinobatkan dua wanita cantik, yaitu Jilly Anggrayni Kindangen dan Riska Rene Rarumangkay menjadi Duta Bandara Sam Ratulangi 2017 mendampingi Cintya Rompas sebagai Duta Bandara 2016.

Humas PT Angkasa Pura I Sam Ratulangi Manado Yuristo Ardhi Hanggoro dan Harold menambahkan, program Duta Bandara juga merupakan wujud dukungan PT Angkasa Pura I (Persero) dalam menunjang program pemerintah untuk merealisasikan target 20 juta wisman di Indonesia pada 2020.

“Karena maraknya pengunjung wisman China di Sulawesi Utara, khususnya Kota Manado, akan memicu perkembangan ekonomi daerah. Hal ini juga tidak terlepas dari peranan penting seorang Duta Bandara yang harus inisiatif dan responsif dalam menyambut maupun melayani para wisman saat berada di Bandara Sam Ratulangi Manado,” tuturnya.

cahya sumirat