Edisi 13-10-2017
Gagal Kawal Pilkades Serentak, 28 Camat Bakal Dicopot


SIMALUNGUN – Sebanyak 28 camat di Kabupaten Simalungun akan dicopot dari jabatannya jika tak mampu mengawal pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak pada Sabtu (21/10) dengan aman dan lancar.

“Bupati Simalungun akan memberikan sanksi tegas kepada camat yang tidak mampu melaksanakan pemilihan pangulu secara serentak pada 21 Oktober mendatang dengan aman dan lancar dan sanksi terberat dicopot dari jabatannya,” ujar Wakil Bupati Simalungun Amran Sinaga.

Amran mengatakan hal itu saat memberikan pengarahan pada rapat koordinasi persiapan pemilihan kepala desa (pangulu) serentak Kabupaten Simalungun di Pamatang Raya, Kamis (12/10).

Amran Sinaga meminta camat mampu mendeteksi segala kemungkinan gangguan keamanan yang bakal muncul pada pelaksanaan pilkades dan melakukan antisipasi dini.

Dia juga meminta agar camat menjalin koordinasi yang baik dengan TNI dan Polri untuk mengantisipasi secara optimal berbagai kemungkinan gangguan yang dapat mengganggu pelaksanaan pilkades serentak.

Dari informasi yang diterimanya, titik kerawanan terletak pada akhir proses pilkades. “Pergesekan antara massa pendukung para calon kepala desa, terutama yang tidak puas dengan kekalahan yang dialami,” sebutnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa/Nagori (BPMN) Pemkab Simalungun Lurinim Purba menambahkan, pilkades serentak digelar di 28 kecamatan yang tersebar di 76 desa diikuti 246 calon. Untuk pelaksanaan pengamanan pemilihan kepala desa serentak, menurutnya, panitia juga melibatkan aparat TNI dan Polri serta Satpol PP.

ricky hutapea